NGANJUK, JP Radar Nganjuk -Nganjuk – Panen raya bawang merah di Kabupaten Nganjuk tahun ini membawa kabar baik bagi petani. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, harga bawang merah pada musim panen kali ini justru stabil di kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.
Fadlin Nuryani, Kepala Produksi dan Perizinan Dinas Pertanian Nganjuk, menjelaskan bahwa pola tanam dimulai dari Wilangan, kemudian berlanjut ke Bagor, Rejoso, Gondang, Sukomoro, hingga Kecamatan Nganjuk. “Wilangan dan Bagor hampir bersamaan. Sebagian wilayah Bagor bahkan tanamnya berbarengan dengan Rejoso,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Dengan pola tanam tersebut, panen raya dimulai pada awal Agustus. Luas tanam mencapai hampir 4.000 hektare. Namun, saat ini musim panen sudah hampir berakhir. Di Kecamatan Rejoso, khususnya Desa Gempol, Mungkung, dan Kedungdowo, sisa panen diperkirakan tinggal dua hingga lima persen.
Harga bawang merah ikut terdampak musim panen. Dua pekan terakhir, harga sempat turun sebelum kembali stabil. “Sekarang harganya sudah stabil,” ujar Fadlin.
Menurut dia, sebelum stabil, harga bawang merah hanya sekitar Rp 21 ribu per kilogram. Kini berada di kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 30 ribu. Bagi petani, harga tersebut terbilang cukup tinggi. “Tahun ini baru pertama kali harga saat panen raya bisa di atas Rp 20 ribu. Biasanya justru di bawah itu,” kata Fadlin.
Berbeda dari Tahun Lalu
Kondisi tahun ini kontras dengan panen raya sebelumnya. Saat itu, harga bawang merah hanya berkisar Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram. Artinya, kenaikan harga saat panen tahun ini membuat petani bisa bernapas lega setelah beberapa musim tertekan harga murah.
Stabilnya harga bawang merah di Nganjuk juga menjadi indikator positif bagi pasar hortikultura di Jawa Timur. Sebagai salah satu sentra produksi bawang merah nasional, tren harga di Nganjuk kerap memengaruhi pasokan sekaligus harga di sejumlah daerah lain.
Faktor Pasar dan Cuaca
Sejumlah pengamat pertanian menilai, harga bawang merah yang bertahan di atas Rp 20 ribu pada panen raya dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya kondisi cuaca yang relatif bersahabat sehingga kualitas bawang merah lebih terjaga, serta permintaan pasar yang masih tinggi.
Di sisi lain, distribusi hasil panen dari wilayah sentra produksi juga disebut lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu turut menahan potensi penurunan harga yang biasanya kerap terjadi saat panen raya berlangsung bersamaan di banyak daerah.
Harapan Petani
Bagi petani, harga saat ini dianggap cukup ideal. Meski biaya produksi bawang merah relatif tinggi, harga di atas Rp 25 ribu per kilogram sudah memberikan keuntungan. “Kalau bisa terus stabil, kami lebih tenang menghadapi musim tanam berikutnya,” kata Fadlin.
Ke depan, petani berharap pemerintah daerah maupun pusat tetap memantau stabilitas harga. Pasalnya, harga bawang merah sering kali berfluktuasi tajam, terutama saat pasokan melimpah.
Editor : Jauhar Yohanis