NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Siswa SMK yang sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di luar kota terancam tidak bisa melanjutkan PKL. Karena ada kemungkinan mereka akan ditarik ke sekolah asal. Rencana itu tertuang dalam nota dinas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk.
Nota dinas dengan nomor 400.3.1/882/101.6.15/2025 itu dikeluarkan setelah adanya imbauan dan surat edaran dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ada sembilan poin yang dibahas dalam nota dinas tersebut. Salah satunya kemungkinan penarikan siswa SMK yang sedang melakukan PKL di luar kota.
“Kesembilan poin itu ditujukan untuk menyikapi kondisi di Indonesia saat ini,” ujar Plt Kepala cabang Dinas Pendidkan Wilayah Nganjuk Iwan Triyono kepada wartawan koran ini.Di poin ketujuh, dijelaskan jika pihak sekolah wajib melakukan pengawasan pada siswa yang sedang melaksanakan PKL di luar kota. Bahkan, jika kondisi kian memburuk, ada kemungkinan siswa-siswa tersebut akan ditarik ke sekolah masing-masing.
Iwan menjelaskan, imbauan itu dilakukan bukan tanpa sebab. Karena penarikan siswa yang sedang PKL di luar kota dinilai dapat mengurangi risiko terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. “Keamanan siswa yang sedang PKL adalah hal utama,” tambahnya.
Selain poin tersebut, masih ada delapan poin lainnya. Poin-poin tersebut salah satunya membahas kegiatan belajar mengajar (KBM) di tingkat SMA dan SMK di Nganjuk yang masih berjalan secara normal. Selain itu, Cabdindik Wilayah Nganjuk mengimbau guru dan orang tua atau wali murid untuk aktif mengawasi siswa. Tidak hanya saat jam pelajaran di sekolah. Melainkan juga ketika di luar jam pelajaran. Selain itu, guru-guru juga diimbau untuk tidak memberikan jam kosong pada siswa. “Siswa, guru, dan tenaga pendidikan juga dilarang meninggalkan sekolah saat jam pelajaran sedang berlangsung,” tandasnya.
Sementara itu, tak banyak perubahan yang terjadi di dunia pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto menjelaskan KBM untuk tingkat TK, SD, dan SMP masih berjalan secara normal. “Sampai saat ini masih berjalan normal. Meski demikian, akan ada evaluasi sambil melihat kondisi di lapangan,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Miko