DPRD Nganjuk Menggelar Rapat Paripurna Bahas PAK APBD 2025
Karen Wibi• Jumat, 5 September 2025 | 02:00 WIB
BAHAS PAK APBD 2025: Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono memimpin rapat paripurna.
Bupati Marhaen Beri Jawaban Pandangan Umum Fraksi-Fraksi
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 terus berlanjut. Pada Rabu (3/9) pembahasan PAK APBD Nganjuk memasuki jawaban Bupati Nganjuk terkait pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Nganjuk.
Seperti diketahui, pembahasan PAK APBD 2025 itu dilakukan dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Nganjuk. Rapat paripurna itu sendiri dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono. Selain itu, rapat juga dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
KHIDMAT: Pak Tatit dan pimpinan DPRD Kabupaten Nganjuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Agenda di rapat paripurna tersebut adalah mendengar jawaban dari Bupati Nganjuk terkait pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Nganjuk terhadap Raperda PAK APBD 2025.
Dalam kesempatan yang sama, bupati juga menyertakan lampiran nota keuangan tahun anggaran 2025. “Agenda rapat paripurna kali ini adalah mendengarkan jawaban Bupati Nganjuk terkait pandangan umum fraksi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono.
Tatit menerangkan, pembahasan raperda PAK APBD 2025 harus segera dikebut. Alasannya agar raperda dapat segera disahkan menjadi perda. Dengan itu proses penyerapan anggaran dapat segera dilakukan.
PEMAPARAN: Bupati Marhaen beri jawaban pandangan umum fraksi.
Lebih lanjut, Tatit menjelaskan pembahasan raperda akan membutuhkan waktu satu bulan. Nantinya, di akhir bulan, raperda akan dikirim ke Gubernur Jawa Timur (Jatim) untuk dievaluasi. Jika tak ada masalah, maka raperda tentang PAK APBD 2025 dapat segera disahkan menjadi perda. Proses realisasi anggaran dapat segera dilakukan.
Jika semua proses lancar, realisasi anggaran sudah bisa dilakukan pada minggu ketiga atau keempat Oktober. Jaraknya hanya sekitar dua bulan menjelang pergantian tahun anggaran. “Dua bulan waktu yang pas untuk melakukan realisasi anggaran,” ujarnya. (wib/adv/tyo)