Habibah Anisa M.• Minggu, 7 September 2025 | 19:05 WIB
PENGHASIL PADI: Petani di Nganjuk sedang memupuk. Lahan yang ditanami padi masih kurang 32 ribu hektare.
Upaya Mewujudkan Swasembada Pangan Presiden Prabowo
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dinas Pertanian Nganjuk harus kerja keras memenuhi program Presiden Prabowo terkait swasembada pangan. Pada tahun ini, disperta mendapatkan target 85.000 hektare lahan harus ditanam padi. Dari target tersebut, yang sudah dipenuhi baru sekitar 53.000 hektar. “Masih kurang sekitar 32.000 hektare ,” terang Fadlin Nuryani, Kabid Produksi dan Perizinan Dinas Pertanian Nganjuk.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, perempuan yang kerap disapa oleh Fadli ini mengatakan bahwa target yang diberikan dalam rangka swasembada pangan ini sudah mulai pada tahun 2024 lalu.
Target yang diberikan ini sudah disesuaikan dengan potensi tanam di Kabupaten Nganjuk. “Target ini disesuaikan dengan potensi di setiap kecamatan, karena luas lahan berbeda-beda,” imbuhnya.
Fadli menjelaskan bahwa baik musim kemarau atau hujan petani di Kabupaten Nganjuk menanam padi. Dalam satu tahun ada tiga kali panen. Dimana mereka petani yang melakukan tanam di musim penghujan seperti di bulan November. Mereka akan melakukan panen pada bulan Maret. Kemudian, petani akan kembali melakukan tanam padi di bulan April.
Padi yang ditanam di bulan April akan dipanen di bulan Juli. Lalu, akan kembali tanam di bulan Juli akhir. Pola tanam ini untuk lahan yang menanam komoditas padi, padi, dan padi dalam satu tahun.
Sebagai tanaman yang membutuhkan air banyak, otomatis langkah-langkah dari dukungan pusat menuju program swasembada pangan. Sedangkan, untuk pemenuhan kebutuhan air ini melalui bantuan irigasi perpompaan. “Perpompaan ini untuk mengakses sumur dalam,” kata Fadli.
Irigasi perpompaan ini digunakan pada area persawahan dengan lahan yang kebutuhan airnya kurang. Selain itu, juga terdapat sumbangan benih yang diberikan ke kelompok tani, dan disalurkan ke petani. “Ada ada juga pemenuhan pupuk dengan pengadaan pupuk bersubsidi,” ungkap Fadlin. (ara/tyo)