NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk harus mengevakuasi dua ular di lokasi yang berbeda. Kejadian evakuasi ular ini terjadi pada Kamis (4/9). “Pada Kamis (4/9) petugas mendapatkan laporan dari masyarakat adanya ular di lingkungan mereka,” terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, laki-laki yang kerap disapa Imam ini menjelaskan, evakuasi ular pertama lokasinya berada di Dusun Koripan, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom.
Berdasarkan laporan dari anggotanya yang berada Pos Tanjunganom, laporan diterima pukul 07.45 WIB. “Jadi petugas kami yang sedang berjaga di POS Tanjunganom mendapatkan laporan bahwa ada ular di atap rumah warga,” ujarnya.
Baca Juga: Tanam Padi di Nganjuk Kurang 32 Ribu Hektare
Laporan pertama tersebut berasal dari warga bernama Hadi Sutrisno. Saat petugas Pos Tanjunganom datang, posisi ular itu berada di atap rumah. Tepatnya ular air tersebut bersembunyi di kayu reng. Karena posisinya berada di atap, untuk menangkap petugas perlu menggunakan tangga.
Ular air yang berhasil diamankan oleh Pos Tanjunganom itu memiliki panjang sekitar empat meter. Beruntung selama proses evakuasi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Berselang tiga jam kemudian, laporan kali ini berasal dari Kecamatan Sukomoro. Tepatnya berada di Dusun Bulu, Desa Putren. Ular jenis kobra dilaporkan sedang berada di halaman rumah warga bernama Rika. “Ular kobra berada di halaman belakang toko,” ujar Imam.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah Hidupmu dalam Jangka Panjang
Evakuasi ular ini dilakukan pukul 11.26 WIB. Imam mengatakan, pertama kali yang mengetahui ular tersebut adalah pegawai toko milik Rika. Saat sedang menyapu, dia melihat ada ular kobra. Evakuasi berjalan lancar dan aman. (ara/tyo)
Editor : Miko