KREATIVITAS warga RW 07, Desa Banaran, Kecamatan Kertosono memang patut diacungi dua jempol. Bagaimana tidak, selain jago membuat ogoh-ogoh, diketahui warga setempat juga rutin membuat mobil hias. Bukan untuk digunakan warga sendiri, melainkan untuk memenuhi pesanan.
Bahkan mengerjakan pesanan mobil hias itu sudah dilakukan sejak lama. Jika tidak salah mengingat, pesanan mobil hias mulai dikerjakan sejak tahun 2015 lalu. “Bulan kemarin yang banyak order dari SD. Mobilnya dari pemesan, kami tinggal menghias sesuai konsep,” kata Dian Permana, 28, salah satu warga di RW 07, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono.
Harga yang ditawarkan berkisar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta, tergantung kerumitan desain. Konsepnya fleksibel, menyesuaikan dengan keinginan pemesan. “Kalau untuk temanya kami diskusikan dulu, baru kami kerjakan,” jelas Dian.
Proses pengerjaan mobil hias melibatkan warga sekitar, sama seperti ogoh-ogoh. Mereka membagi tugas sesuai kemampuan, mulai dari membuat rangka hiasan, melilit kain, hingga mengecat ornamen. Tahun ini, warga hanya menerima tiga order mobil hias. Bukan karena sepi peminat, melainkan agar fokus tetap terjaga. “Kami batasi. Soalnya bersamaan dengan bikin ogoh-ogoh raksasa juga. Kalau kebanyakan nanti kewalahan,” terang Dian.
Meski begitu, kreativitas warga Banaran tetap mendapat apresiasi. Setiap mobil hias hasil tangan mereka selalu menarik perhatian saat karnaval berlangsung. Bagi warga, pekerjaan ini bukan hanya sekadar orderan, tapi juga ajang unjuk kebersamaan dan keterampilan. ”Alhamdulillah warga sekitar juga pada kompak,” pungkasnya. (nov/wib)
Editor : Miko