NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kerusakan jalan juga terjadi di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace. Tidak hanya bergelombang, sebagai jalan alternatif tersebut juga banyak yang berlubang. Dengan kondisi jalan tersebut, sudah banyak korban kendaraan yang melintas di sana.
Salah satu korban tersebut adalah Parman. Rantai sepeda motor mengalami kerusakan setelah sepeda motornya masuk ke lubang jalan. “Mau menghindari lubang tapi ada truk lewat dari arah berlawanan, jadi terpaksa nrabas lubang,” terang Parman.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, laki-laki asal Kecamatan Sukomoro itu menjelaskan karena begitu dalam lubang. Saat menerobosnya sampai terdengar suara bunyi benturan.
Baca Juga: Buang Sampah di Sungai dan Jalan hingga Membakar Sembarangan
Sementara itu berdasarkan keterangan warga di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace bahwa jalan tersebut memang sudah lama rusak. Kerusakan paling parah ini setelah Jalan Waduk Putukrejo, hingga depan kantor desa. “Bahkan warga sudah inisiatif buat nguruk lubang pakai tanah, tapi tetap ambles soalnya yang lewat sini juga kendaraan besar,” terang Edi.
Laki-laki yang kini berusia 37 tahun ini mengatakan setiap ada kendaraan truk muatan besar dari arah Desa Kecubung ke Sukomoro, akan mengambil jalur kanan. Sebab kondisi jalan sudah bergelombang, dan sangat miring. “Pernah ada truk muatan batu bata, muatannya banyak yang jatuh disana,” imbuhnya.
Baca Juga: Sakura di Jalan Ahmad Yani Nganjuk Pikat Pengunjung
Jika ada truk dari Desa Kecubung menuju Sukomoro mengambil jalur kanan. Kendaraan yang dari arah sebaliknya akan mengalah.
Seperti diketahui bahwa Jalan Raya Sukomoro-Kecubung saat ini dalam proses peningkatan dan perbaikan jalan. Dari total kerusakan, dengan anggaran yang dimiliki PUPR Kabupaten Nganjuk hanya mampu mengerjakan 409 meter. “Sebelumnya pengerjaan di dekat Waduk Putukrejo, bukannya melanjutkan jalan selanjutnya malah loncat ke lokasi pengerjaan sekarang,” keluh Edi.
Editor : Jauhar Yohanis