NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Mekarnya bunga tabebuya memang membuat indah sepanjang Jalan Ahmad Yani. Jalan sepanjang 1,7 kilometer ini dihiasi oleh bunga tabebuya berwarna merah muda, putih dan kuning. Namun dibalik keindahan tersebut, rontokan kelopak bunga ini juga membuat sepanjang jalan tersebut terlihat kotor. Karena bunga tabebuia tidak bertahan lama. Bunganya cepat gugur seperti bunga Sakura. “Sudah saya sapu tapi tetap saja kotor karena banyak yang rontok,” terang Dika salah satu penjaga angkringan di Jalan Ahmad Yani.
Dari pengamatan yang didapatkan oleh wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, lokasi tempat angkringan tersebut berada tepat di bawah bunga tabebuya. Tidak heran jika angkringan tersebut dipenuhi kelopak tabebuya yang berguguran. “Karena anginnya kencang, jadi meski sudah disapu banyak yang rontok kembali,” imbuhnya.
Pria berusia 20 tahun ini mengatakan dari angkringan buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Selama berjaga angkringan, ia sudah menyapu rontokan bunga tabebuya sebanyak lima kali.
Rontokan bunga tabebuya memang tidak seindah ketika masih berada di pohon. Ketika sudah gugur, warna bunga akan berubah menjadi kecokelatan. Rontokan bunga ini juga membuat salah satu karyawan toko emas di jalan tersebut mengeluh. “Bagus jika bermekaran, tapi kalau udah rontok bikin nyapu terus,” sambung Lastri, karyawati toko.
Rontokan bunga tabebuya ini tidak hanya mengotori trotoar. Kelopak bunga yang tertiup angin ini sampai memasuki toko.
Sementara itu, Joko Suseno salah satu petugas sapu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk mengatakan harus bekerja ekstrakeras saat bunga tabebuya bermekaran. “Biasanya bisa selesai cepat, namun ini butuh waktu karena banyak bunga yang rontok,” ujarnya.
Joko mengatakan bahwa ia bertugas menyapu di wilayah Ahmad Yani Utara. Dimana ia mulai menyapu dari monumen Jayastamba, hingga 20 pilar depan Alun-Alun Nganjuk. “Untuk menyapu ini ada tiga shift, sudah mulai pembersihan mulai pukul 05.00 WIB,” imbuhnya.
Meski mulai menyapu sejak pukul 05.00 WIB. Namun ia mulai standby sejak pukul 04.00 WIB. Sebagai petugas sapu, ia memiliki tanggung jawab agar sepanjang Jalan Ahmad Yani Utara terlihat bersih.
Joko mengatakan, dia menyapu mulai pukul 05.00 hingga pukul 07.00. Kemudian, jam kedua mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Untuk jam ketiga mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. “Butuh waktu dua jam untuk menyapu bunga yang rontok,” ungkap Joko. (ara/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis