Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Hujan Deras dan Petir Mengancam Kota Angin 

Habibah Anisa M. • Sabtu, 13 September 2025 | 15:00 WIB

MENDUNG: Awan menyelimuti Desa Sanan, Kecamatan Pace kemarin. Minggu depan Nganjuk akan diguyur hujan dan angin kencang.
MENDUNG: Awan menyelimuti Desa Sanan, Kecamatan Pace kemarin. Minggu depan Nganjuk akan diguyur hujan dan angin kencang.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Kabupaten Nganjuk harus membawa payung dan jas hujan jika keluar rumah. Karena minggu depan beberapa wilayah di Kabupaten Nganjuk akan diguyur hujan. Lokasi yang mengalami hujan memiliki topografi yang mendukung pembentukan atau terjadinya hujan, yaitu Bagor,

Berbek, Ngetos Prambon, Pace, Ngetos, Sawahan, dan Wilangan. “Wilayah tersebut memiliki potensi hujan yang besar dibandingkan wilayah yang dataran tetapi tidak menutup kemungkinan wilayah lain akan terjadi hujan,” terang Setyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Sawahan Nganjuk.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, Yaris mengatakan, wilayah lain yang potensi terjadi hujan berada di perbukitan. Selain pengaruh gelombang equatorial rossby, lekukan memaksa udara naik ke atas pegunungan dan terbentuklah awan.

Lalu bagaimana dengan hujan di wilayah perbatasan Nganjuk dan Kediri? Hujan tersebut terjadi karena angin yang naik setelah di pegunungan selatan ini turun membawa hujan. 

Yaris mengatakan, hujan  dan panas bisa bersamaan. Perlu diwaspadai akan terjadinya hujan disertai angin dan petir. Hal tersebut dikarenakan awan-awan yang terbentuk saat ini adalah awan konvektif. Awan ini biasa disebut awan cumulonimbus. Awan ini berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas deras,  namun durasinya singkat. “Kemudian disertai oleh angin kencang ataupun petir,” imbuhnya. 

Bahwa pada saat ini wilayah Jawa Timur sedang dilintasi oleh gangguan atmosfer gelombang equatorial. Karena terjadi di musim kemarau, membuat hujan tidak turun secara merata. “Hujan tidak merata ini juga dipengaruhi oleh monsun Australia masih kuat, dan di utara dua tekanan rendah yang membuat kecepatan angin dari yang menarik massa darat dari Benua Australia,” kata Yaris. 

Untuk itu, Yaris menyarankan akan masyarakat untuk selalu update di aplikasi cuaca. Salah satunya seperti milik BMKG. Karena sifat atmosfer ini dinamis, sehingga bisa berubah setiap saat. Selain berdasarkan kondisi atmosfer, perkiraan cuaca ini juga berdasarkan arah angin. 

Berdasarkan pengamatan Radar Nganjuk, mendung sering terjadi setiap sore. Hal itu seperti yang terjadi di Gelora Bung Sumardji, di Pace. Warga yang olahraga di lintasan atletik di sana harus segera mengakhiri aktivitas karena mendung. (ara/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#bmkg #nganjuk #hujan #sawahan