NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Minat baca masyarakat Kabupaten Nganjuk harus ditingkatkan. Sebab berdasarkan data kunjungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk rata-rata per harinya hanya mencapai 150 orang.
“Rata-rata kunjungan per hari sekitar 150 orang,” terang Fitri Kusumawardani sebagai Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus).
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, perempuan yang kerap disapa Bunda Fitri ini menjelaskan bahwa ramai tidak kunjungan perpustakaan tidak bisa selalu di hari yang sama.
Sebab terkadang bisa ramai kunjungan ketika hari Senin, atau Selasa. Sebab di perpustakaan terkadang ada kegiatan outing yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 hingga 200 orang.
Berbagai cara dilakukan oleh pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nganjuk agar masyarakat tertarik untuk berkunjung.
Baca Juga: Fenomena Baru! Ratusan Warga Nganjuk Ramai-Ramai Ubah Agama Jadi Kepercayaan di KTP
Salah satunya adalah dengan memperbarui koleksi buku mereka setiap tahunnya. “Setiap tahun kami menganggarkan pembelian 3.000 buku baru,” ungkap Fitri.
Koleksi buku baru di perpustakaan ini mendengarkan permintaan dari pengunjung. Salah satunya adalah pelajar, di mana mereka ingin di perpustakaan tersebut tidak hanya menyediakan buku-buku edukasi. Namun juga ada novel dan komik. “Karena kebanyakan anak sekolah yang masuk di sini mereka mintanya novel dan komik, jadi kami menawarkan ke pengunjung ketika ada pengadaaan buku,” imbuhnya.
Fitri mengatakan, selain ada permintaan buku komik dan novel. Namun juga ada yang meminta penambahan koleksi buku tentang keterampilan dan bacaan ringan. Permintaan ini dari ibu-ibu yang menunggu saat mengantar anaknya sekolah.
Tidak hanya menambah koleksi buku dalam setiap satu tahun sekali. Agar warga Kabupaten Nganjuk mau berkunjung ke perpustakaan, disana banyak sekali layanan pendukung. Mulai dari layanan anak, layanan umum, layanan TBM, layanan Pocadi di MPP, Layanan Pusling, Layanan Dongkelberas, Layanan CFD, dan Layanan e-pusda. “Layanan dongkel dan layanan anak ini ada setiap senin hingga kamis,” ujar Fitri.
Baca Juga: Disperta Beri Pelatihan Budidaya Tembakau di Gondang. Jadi Solusi untuk Sawah yang Diserang Tikus
Sementara itu, dari pengamatan yang dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB suasana perpustakaan kondisinya cukup sepi. Pengunjungnya bisa dihitung menggunakan jari. Ada yang sekedar membaca, ada juga yang sedang mengerjakan tugas. “Ini kami sedang mengerjakan esai mata kuliah konsep dasar perawatan,” terang Sakira Dwi Sifani, salah satu pengunjung perpustakaan.
Perempuan yang saat duduk di bangku kuliah semester 1 di STIKes Satria Husada ini mengerjakan tugas bersama dengan dua temannya. Risca Khoirun Nisa dan Sella Kartika Sari.
Alasan mereka mencari referensi tugas di perpustakaan ini agar mendapatkan sumber informasi yang jelas. “Karena dosen kita tahu tugas mahasiswanya ini cari di buku atau internet,” imbuhnya.
Baca Juga: Dari Dunia Gelap ke Hikmah Hidup Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Novel Re:dan Perempuan
Sebagai mahasiswa ketiganya cukup puas dengan pelayanan yang ada di perpustakaan. Sebab disana terdapat tempat untuk mereka mengerjakan tugas. Dan fasilitas koleksi bukunya banyak. Meski untuk bidang kebidanan masih belum lengkap. “Kebanyakan kalau kebidanan di sini bukunya lebih tentang penyakit tertentu saja,” ujar Sakira. (ara/tyo)
Editor : Miko