Habibah Anisa M.• Jumat, 19 September 2025 | 13:30 WIB
MENGHIBUR: Lina Hermita, pegawai perpusda mendongeng saat anak TK berkunjung.
Upaya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk Tarik Pengunjung
Berbagai upaya dilakukan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Nganjuk menarik pengunjung. Salah satunya adalah mewajibkan penjaga perpustakaan untuk aktif. Mereka tidak hanya menata dan menjaga buku. Namun, penjaga harus bisa menarik pengunjung.
Suasana perpustakaan lantai satu sangat berbeda dengan suasana perpustakaan yang berada di lantai dua. Jika di lantai dua pengunjung harus tenang saat membaca buku, sedang di lantai satu anak-anak membaca buku dengan riang gembira.
Tidak hanya suasananya yang ramai. Di dalam perpustakaan tidak hanya terdapat berbagai macam buku. Di sana juga terdapat berbagai jenis mainan, hingga playground.
Pagi itu pukul 08.0 0 WIB, perpusda sedang mendapatkan kunjungan dari tiga taman kanak-kanak yang berada di Kabupaten Nganjuk. Puluhan anak terlihat memenuhi ruang pelayanan anak. “Mari kita hitung bersama.Satu, dua, tiga, tara,” ucap Lina Hernita memberi aba-aba dengan semangat kepada anak-anak sambil membuka pop up book.
Begitu pop up book dibuka anak-anak langsung bersorak riang. Sebab di dalam buku tersebut tidak hanya berisikan tulisan saja. Namun juga terdapat gambar hewan dalam bentuk 3D. “Siapa tahu ini hewan apa ?” tanya Lina.
Dengan antusias, puluhan siswa dari TK As Siddiq dan Al Anwar inikompak menjawab “Panda,”. Perempuan berusia 39 tahun ini menjelaskan tentang hewan-hewan yang berada di pop up book.
Karena menjelaskan dengan atraktif, anak-anak taman kanak-kanak itu terlihat fokus selama kelas mendongeng berlangsung. Bahkan, mereka juga menjawab ketika ditanya.
Pelayanan anak di perpusda ini sudah ada sejak tahun 2018. Pengisi pelayanan ini dilakukan oleh semua pegawai yang ada di bidang perpustakaan. Di mana mereka mengisi kelas pelayanan secara bergantian.
Salah satu pegawai tersebut adalah Lina. Perempuan asal Madiun ini sudah berada di bagian perpusda sejak tahun 2012. “Sebenarnya saya ini tidak ada bakat untuk mendongeng sebab saya ini lulusan pustakawan,” terang Lina.
Meski tidak memiliki background pendidikan PG TKA, namun Lina bisa membawa kelas mendongeng dengan penuh kecerian. Dia bisa menarik perhatian anak-anak untuk mendengarkannya. “Cara mendongeng ini mengalir begitu saja,” imbuhnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh pegawai lain yang tidak ada pengalaman PGTKA. Mereka juga secara otodidak belajar mendongeng agar bisa menarik perhatian murid.
Pelayanan mendongeng ini merupakan kerja sama dengan IGTKI dan IGRA se-Kabupaten Nganjuk. Pelayanan ini setiap senin hingga kamis. Di mana dalam satu hari tiga sekolah yang berkunjung, dan dibagi menjadi dua sesi.
Fitri Kusumawardani sebagai Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nganjuk menjelaskan tujuan layanan anak ini ada untuk mengenalkan perpustakaan pada anak. “Untuk menumbuhkan minat dan kecintaan membaca ini perlu adanya daya tarik,” ujar Fitri.
Salah satu daya tarik ini dengan adanya kelas mendongeng. Dengan lingkungan yang ramah dan menyenangkan, anak akan tertarik saat dikenalkan di bidang literasi.
Selain mendengarkan dongeng. Anak-anak juga diberi waktu untuk membaca buku yang disediakan. Di ruang pelayanan anak ini banyak sekali buku. Seperti tentang hewan, buah-buahan, sayur-sayuran, alat transportasi, makanan, hingga tentang kesehatan.
“Puding,” ujar Khayra Mutiara Persi, salah satu siswa dari TK Al Huda Ringinrejo. Bocah yang duduk di kelas TK B ini terlihat antusias membaca buku bergambar berjudul 'Yuk Mengenal Makanan dan Minuman'. Di buku tersebut tidak hanya ada bahasa Indonesia tetapi ada bahasa Arab dan Inggris.
Irul Bariroh sebagai Kepala TK Al Huda Ringinrejo mengatakan, kegiatan ini membantu anak-anak agar mengenal buku dengan cara yang menyenangkan. “Jadi anak-anak ini tidak bosan hanya belajar di sekolah saja,” kata Irul. (tyo)