NGANJUK JP Radar Nganjuk – Euforia Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa hingga akhir September. Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, menjadi salah satu yang sukses menggelar delapan macam perlombaan tradisional. Mulai dari balap karung, memasukkan air ke dalam botol, hingga panjat pinang yang selalu ditunggu-tunggu warga.
Perlombaan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Suasana meriah langsung tercipta, ditambah sorakan penonton yang tak henti memberi semangat. “Ayo semangat,” teriak warga di lokasi saat peserta berjuang di arena lomba.
Salah satu yang paling mengundang gelak tawa adalah lomba balap karung menggunakan helm. Peserta harus masuk ke dalam karung dengan posisi jongkok, lalu melompat menuju garis finis dan kembali ke start. Karena kondisi kaki terikat, tak jarang peserta jatuh terguling. “Meski susah namun menyenangkan,” ungkap Mohammad Rico Efendi, peserta cilik yang duduk di bangku kelas enam SD.
Rico bahkan harus menahan kram kaki di babak penyisihan. Namun perjuangannya tak sia-sia karena berhasil melaju ke tahap berikutnya. Selain balap karung, bocah 12 tahun itu juga mencoba lomba makan kerupuk, meski kali ini keberuntungan belum berpihak padanya.
Berbeda dengan Rico, Noval Bintang Athallah justru tampil cemerlang. Bocah yang akrab disapa Noval itu berhasil meraih juara 1 lomba memasukkan air dengan kerucut dan juara 2 lomba cukurukuk. “Favorit saya lomba memasukkan air dalam botol, karena matanya ditutup corong jadi cuma bisa lihat dari lubang kecil. Tadi sempat nabrak teman dan kaki kecekluk,” ujarnya sambil tertawa.
Kemeriahan lomba HUT RI di Desa Gondanglegi sendiri sudah menjadi tradisi sejak 2017. Awalnya, kegiatan ini rutin diadakan karang taruna desa. Namun, tahun ini panitia berasal dari pemuda simpang empat Gondanglegi. “Kami ingin suasana perayaan lebih ramai dan penuh kebersamaan,” kata Heru Krismawan, salah satu panitia.
Tak hanya menjadi ajang hiburan, perlombaan ini juga mempererat persaudaraan antarwarga. Sorak sorai, tawa, hingga keringat para peserta menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dan terus dirayakan bersama.
Editor : Jauhar Yohanis