NGANJUK JP Radar Nganjuk– Aksi tak biasa terjadi di Dusun/Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon. Seorang lansia bernama Indasah, 79, harus meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk karena kesulitan melepas cincin yang melilit jarinya.
Kejadian itu berlangsung Jumat (18/8) siang. Menurut keterangan cucunya, Azizah, sang nenek mendapat cincin mainan dari tukang sayur langganannya. Cincin berwarna keemasan itu terbuat dari besi dan dalam kondisi mleyot alias tidak bulat sempurna. “Mbahku iku seneng gawe aksesoris, jadi pas entuk cincin iku langsung dipakai,” kata Azizah kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Namun, karena bentuk cincin tidak simetris, Indasah berinisiatif memukulnya dengan palu agar kembali ke bentuk semula. Celakanya, cincin tersebut masih menempel di jari manis saat dipukul. Bukannya kembali rapi, cincin justru semakin menyempit dan sulit dilepas. “Karena kebanteren nutuk palu, dadi cincin malah mleyot,” imbuh Azizah.
Baca Juga: Kocak! Bocah SD di Gondanglegi Balap Karung Pakai Helm, Ada yang Terguling hingga Kram Kaki
Azizah sempat mencoba melepas cincin itu sendiri. Sayang, usahanya gagal. Indasah bahkan sampai merintih kesakitan. Akhirnya, ia pun memanggil petugas Damkarmat untuk meminta pertolongan.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.09 WIB. Saat itu cincin masih kuat menempel di jari Indasah. Dua personel Damkarmat yang datang membawa perlengkapan, termasuk gerinda kecil, untuk memotong cincin tersebut. “Benar, petugas kami dari Pos Siaga Tanjunganom menerima laporan dan langsung menuju lokasi. Kejadian ini memang bukan pertama kali, selain memadamkan api, kami juga sering menangani hal-hal penyelamatan seperti ini,” jelas Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.
Baca Juga: Nikmatnya Tahu Telur Bu Lis, Melimpah dan Ramah di Kantong
Proses pelepasan cincin berjalan cukup cepat, tak sampai setengah jam. Dengan hati-hati, petugas menggerinda cincin yang melilit jari Indasah hingga akhirnya bisa terlepas tanpa melukai sang nenek.
Beruntung, insiden ini berakhir aman dan selamat. Meski begitu, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa benda sederhana pun bisa menimbulkan masalah jika digunakan sembarangan.
Editor : Jauhar Yohanis