BAGI sebagian orang, nasi goreng milik Priyo Adi Santoso hanya sekadar kuliner viral yang bikin penasaran. Namun bagi Priyo, usahanya itu juga menjadi jalan untuk berbagi. Tak jarang ada “hamba Allah” yang menitipkan amanah lewat dagangannya untuk dibagikan kepada orang lain. “Saya juga enggak tahu siapa orangnya. Saya tanya nama dan asalnya, enggak pernah mau. Tapi orangnya bisa sepercaya itu sama saya. Saya sampai terharu,” cerita Priyo.
Fenomena titipan amanah itu bukan hanya sekali. Dia mengaku sudah berkali-kali ada orang yang memborong dagangannya dengan tujuan sedekah. Bahkan, banyak juga yang menghubungi lewat pesan langsung (DM) di media sosial. “Kayak sekarang ini ada yang nitip lagi buat dibagikan ke panti asuhan dan orang sekitar,” bebernya.
Orang-orang tersebut ternyata tidak hanya dari Indonesia saja. Melainkan juga hingga dari luar negeri. Mayoritas mereka adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang bekerja di luar negeri. Mayoritas mereka berasal dari Madiun, Malang, Ponorogo, hingga Surabaya.
Priyo pun selalu berusaha transparan. Setiap kali ada titipan, dia membuat video pembagian. “Tujuannya bukan riya, tapi untuk menunjukkan bukti ke orang yang nitip, kalau amanahnya sudah tersalurkan. Jadi mereka tahu dan percaya. Barangkali dengan video itu juga ada orang lain yang ikut menyumbang,” jelasnya.
Pembagian nasi goreng hasil titipan disesuaikan dengan permintaan donatur. Ada yang meminta disalurkan ke tetangga sekitar, tukang becak, atau panti asuhan. Semua dilakukan dengan hati-hati agar tepat sasaran. Fenomena ini membuat warung nasi goreng Priyo tidak hanya dikenal sebagai kuliner viral, tapi juga sebagai wadah kebaikan. “Bagi saya ini anugerah. Usaha orang tua yang saya teruskan ternyata jadi jalan rezeki sekaligus jalan berbagi,” pungkasnya. (nov/wib)
Editor : Karen Wibi