Mengenal Komunitas Nganjuk Runners. Dulu Sempat Mati Suri, Sekarang Jadi Idola Pelari
Karen Wibi• Senin, 6 Oktober 2025 | 17:41 WIB
HOBI LARI: Komunitas Nganjuk Runners foto bersama di Tugu Jayastamba.
Mengenal Komunitas ‘Nganjuk Runners’ di Kota Angin
Olahraga lari menjadi tren baru di Kabupaten Nganjuk. Kini banyak sekali komunitas yang basisnya orang-orang yang menyukai olahraga berlari. Salah satunya adalah Nganjuk Runners. Namun, uniknya, saat awal dibentuk, komunitas lari itu dulunya punya anggota yang bisa dihitung dengan jari.
KAREN WIBI-NGANJUK,JP Radar Nganjuk
BERAPA jumlah masyarakat yang biasa berlari di Jalan Ahmad Yani? Pasti jumlahnya banyak. Mulai dari puluhan hingga ratusan. Karena memang, sejak diresmikan beberapa tahun lalu, Jalan Ahmad Yani menjadi spot favorit bagi warga lokal untuk berolahraga. Salah satunya olahraga lari.
Jumlahnya pun terus bertambah. Hingga puncaknya terjadi sekitar satu tahun terakhir. Bahkan mereka yang berolahraga tidak hanya anak-anak muda. Melainkan juga anak-anak hingga lansia.
Mereka biasa berolahraga di pagi, sore, bahkan malam hari. Namun sebelum terkenal saat ini, ada sebuah komunitas lari yang sudah eksis sejak 10 tahun lalu. Komunitas tersebut bernama Nganjuk Runners. Sebuah komunitas lari yang berbabis di Kecamatan Nganjuk. “Nganjuk Runners sudah ada sejak tahun 2015. Sampai saat ini pun masih aktif,” ujar Muhammad Novian, salah satu pendiri Nganjuk Runners.
Pria yang kini berusia 31 tahun itu menceritakan, sebenarnya olahraga lari sudah pernah booming beberapa tahun lalu. Salah satunya di tahun 2015. Kala itu, belum ada komunitas lari di Kabupaten Nganjuk. Justru, Novian dkk ikut komunitas lari di Kabupaten Kediri.
Seiring berjalannya waktu, Novian dkk ingin membuat komunitas lari di Kabupaten Nganjuk. Dia bersama tiga temannya lalu membuat komunitas lari. Meski hanya beranggotakan empat orang, Novian mengaku tetap senang. “Awalnya dulu hanya empat orang saja. Empat orang itu yang selalu lari-lari bersama,” imbuhnya.
Namun kondisi itu tidak bertahan lama. Karena seiring berjalannya waktu, Nganjuk Runners terus berkembang. Anggota di komunitas pun terus bertambah. Namun sayangnya pandemi menyerang. Mau tak mau komunitas dibekukan. Waktu pembekuan pun cukup lama. Karena bebarengan dengan itu banyak anggota komunitas yang sibuk dengan urusan masing-masing.
Nganjuk Runners mengalami mati suri di tahun 2024. Bebarengan dengan kebangkitan olahraga lari, Nganjuk Runners juga kembali hidup. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, saat ini, jumlah anggota Nganjuk Runners meningkat pesat. “Kalau ditotal semuanya ada lebih 100 anggota komunitas,” imbuhnya.
Tentu jumlah 100 anggota komunitas tak pernah terbayangkan oleh Novian dkk. Bagaimana tidak, dulu saat awal merintis, jumlah anggota komunitas hanya empat orang saja.
Bahkan, saat ini, komunitas tersebut sering dilirik oleh banyak brand. Biasanya mereka diajak untuk berkolaborasi. Contohnya berkolaborasi dengan minuman energi, brand olahraga, hingga kafe-kafe yang ada di Kabupaten Nganjuk. “Bahkan kami sering diajak untuk berkolaborasi. Sesuatu hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” tambahnya.
Novian mengatakan, Nganjuk Runners masih rutin melakukan lari bersama anggota komunitas. Jadwalnya Rabu sore, Jumat malam, dan Minggu pagi. Namun kadang ada tambahan jadwal di antara hari tersebut jika ada kolaborasi dengan sebuah brand. “Kami rutin berkumpul di Taman Nyawiji sebelum lari. Rutenya sepanjang Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya,” pungkasnya. (tyo)