Sehari Tiga Kebakaran Melanda Kota Angin

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:01 WIB

PADAMKAN API: Petugas Damkarmat Nganjuk menyemprot si jago merah yang melalap gudang SMK di Prambon.
PADAMKAN API: Petugas Damkarmat Nganjuk menyemprot si jago merah yang melalap gudang SMK di Prambon.

Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Warga Kabupaten Nganjuk dihebohkan dengan tiga peristiwa kebakaran. Mulai dari gudang SMK di Kecamatan Prambon, rumpun bambu di Kecamatan Loceret, hingga kandang ayam di Kecamatan Tanjunganom. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ketiga kebakaran itu menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di gudang penyimpanan bahan praktik di SMK swasta, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon. Gudang milik Anik Zulaikah, 45 itu terbakar akibat api yang menjalar dari pembakaran sampah di area sekolah.

Data yang dihimpun koran ini, api bermula ketika seorang petugas sekolah, Jalal, membakar sampah di tempat pembuangan seperti biasanya. Karena ditinggal membersihkan halaman, api kemudian menjalar ke bangunan gudang yang berisi peralatan praktik.

Guru Teknik Kendaraan Ringan (TKR)  SMK bernama Imam yang melihat pertama kali. Dia melihat asap tebal dari arah gudang. Imam langsung memanggil siswanya untuk mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Salah satu guru segera menghubungi petugas damkar.  “Tim Pos Bantu Tanjunganom tiba di lokasi pukul 13.10 WIB langsung melakukan pemadaman,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Kebakaran kedua dilaporkan sore hari. Sekitar pukul 17.15 WIB, di Dusun Mboto, Desa Nglaban, Kecamatan Loceret. Kali ini api melalap dua rumpun bambu di area makam.

Sumber api kembali diduga berasal dari pembakaran sampah. Salah satu warga yang hendak berziarah melihat kobaran api cukup besar dan segera melapor ke perangkat desa. Laporan kemudian diteruskan ke Call Center Damkar Nganjuk.

Petugas Mako Nganjuk bersama Armada 06 tiba di lokasi pukul 17.23 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam kebakaran tersebut, tidak ada kerugian besar selain dua rumpun bambu yang terbakar.

Kebakaran ketiga terjadi malam hari sekitar pukul 21.00 WIB di Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom. Api melalap kandang ayam dan rumah milik Shobiri, 63, warga setempat.

Dari hasil penyelidikan awal, sumber api berasal dari tungku perapian yang digunakan untuk memanaskan pakan ayam. Saat api belum padam, pemilik rumah berangkat ke musala untuk salat isya. Dia pun baru teringat bahwa ia sedang memanaskan pakan ayamnya, sehingga langsung bergegas pulang. Ketika kembali, ia mendapati api sudah membesar di bagian belakang rumah

Warga bersama perangkat desa berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum bantuan dari Pos Bantu Tanjunganom tiba di lokasi pukul 21.16 WIB. “Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi mencapai Rp 25 juta,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
nganjuk kebakaran sekolah