Ribuan Pelajar dan Warga Kota Angin Serbu Pameran Museum
Syahrul Andry Wahyudi• Senin, 27 Oktober 2025 | 17:27 WIB
BELAJAR SEJARAH: Bupati Marhaen melihat koleksi museum saat pameran.
Upaya Disporabudpar Tingkatkan Minat Belajar Sejarah
DinasKepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Nganjuk sukses menggelar pameran di Museum Anjuk Ladang. Pameran yang dilaksanakan rutin setiap tahun itu berhasil menarik animo pengunjung. Tercatat selama tiga hari pelaksanaan pameran, ribuan pengunjung datang untuk melihat berbagai koleksi sejarah di museum yang berada di Jalan Gatot Subroto, Nganjuk.
Ribuan pengunjung itu dari berbagai kalangan. Mulai pelajar hingga warga Kota Angin. Untuk menyemarakkan acara, disporabudpar mengisi pameran museum dengan berbagai lomba yang bisa diikuti para pelajar Kota Angin.
Antara lain adalah lomba mewarnai untuk siswa PAUD dan lomba menggambar untuk siswa TK/RA. Kemudian, lomba dongeng Bahasa Jawa bagi siswa SD/MI, olimpiade kesejarahan untuk SMP/MTs. Serta lomba video TikTok promosi museum untuk SMA, SMK, MA, dan mahasiswa. “Kami ajak pelajar ikut belajar langsung di museum pada saat pameran berlangsung dengan berbagai perlombaan yang kami gelar,” ujar Kepala Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo.
MEMBELUDAK: Pelajar mengunjungi Museum Anjuk Ladang untuk belajar sejarah.
Selain antusias mengikuti lomba, para pelajar yang datang itu, lanjut Gunawan, juga tertarik melihat berbagai koleksi sejarah yang dipamerkan. Karena para pameran itu, pihaknya menggandeng berbagai pihak lain.
Misalnya, Pusat Informasi Majapahit Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur dan Museum Manusia Purba Sangiran. Kemudian, Museum Geologi Bandung dan Museum Airlangga Kota Kediri. “Termasuk para guru, organisasi, maupun komunitas pecinta sejarah,” tambahnya.
Untuk diketahui, tema pameran tahun ini adalah “Jejak Prasejarah Jawa”. Sedangkan, tema besarnya adalah Peradaban Prasejarah Nusantara. Pameran tersebut berlangsung selama tiga hari. Yakni sejak Jumat (24/10) hingga Minggu (26/10).
Bupati Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro yang membuka langsung pameran itu. Pemukulan gong dan pengguntingan pitamenandai pembukaan. Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini mengajak seluruh masyarakat untuk mengunjungi museum. Terutama para pelajar agar mengenal sejarah masa silam. “Kita memiliki Museum Anjuk Ladang yang menjadi kebanggaan Nganjuk,” ujar Kang Marhaen. (ik3/adv/tyo)