Dunia cosplay di Kota Angin tergolong sepi peminat. Event cosplay sangat jarang atau bisa dihitung jari. “Event cosplay pertama itu ada tahun 2017,” ujar Wara’iffah Khairina, salah satu cosplayer.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, Airin menjelaskan, sepinya event cosplay karena komunitas cosplay jarang yang aktif. Mereka seperti mati suri. Padahal, sebenarnya ada beberapa komunitas seperti Kagame, Fafner, dan Eiyuzenkai. Sayang, saat ini komunitas tersebut sudah tidak aktif.
Namun, Airin ingin membuat komunitas cosplay kembali aktif. Terutama di kalangan anak sekolah. Untuk menghidupkan kembali, perempuan berusia 32 tahun ini bersama dengan teman-teman dari komunitas Kagame yang kini menjadi Cosugame. “Waktu itu aku sama Merrys, Eky, Akbar kemudian dibantu oleh teman-teman dari komunitas Jombang,” imbuhnya.
Pada saat itu ia diajak oleh teman-temannya tersebut untuk membuat event tersebut. Karena masih baru pertama kali membuat event, pada saat itu masih banyak kekurangan. Namun dari situ ia dapat melihat adanya potensi di Nganjuk jika nanti event tersebut diadakan konsisten setiap tahun. “Alhamdulillah pada tahun 2023 saya buat kembali event meski secara mandiri dan dibantu oleh teman-teman dari IKI Fest hingga mendapatkan support dari Disporabudpar Kabupaten Nganjuk,” kata istri dari Yusuf ini.
Sejak saat itu ia berusaha konsisten tetap membuat event NFC setiap tahunya. Tujuannya agar teman-teman event NFC ini setiap tahun supaya wadah untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi.
Tidak hanya sponsor event NFC 2023 tersebut juga menemukan komunitas baru yang dibuat oleh anak-anak sekarang. Seperti Kehaluan Wibu Nganjuk (KEWAN), Persingkatan Wibu Tersesat (ERISE), Fanbase 48 Nganjuk, Nganjuk Matsuri, dan lain-lain. (ara/tyo)
Editor : Karen Wibi