Banyak siswa di Kabupaten Nganjuk yang memiliki kegemaran cosplay. Salah satunya adalah Emiliya Nurbiana. Siswi SMAN 1 Berbek ini mulai menjadi cosplayer ini mulai tahun 2023. “Mulai cosplay November tahun 2023, dulu ingin mencoba hal baru biar semakin berkembang,” cerita Emiliya.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, Emiliya menjelaskan bahwa selain ingin mencoba suatu hal yang baru. Remaja yang kini berusia 18 tahun ini juga ingin memiliki jangkauan relasi yang luas.
Sudah dua tahun mengikuti cosplay, Emiliya mengaku paling sering cosplay menjadi karakter di mobile game. genshin impact, www, dan lain-lain. Dari semua karakter, yang paling ia suka adalah sparkle dari game honkai star rail. Karena cocok dengan fitur muka, tipe cosplay yang sedikit terbuka, tinggi badan serta body dan tipe makeup aku yang soft karena terlihat imut, kalem dan perfect.
Untuk membeli kostum untuk cosplay membuat sampai harus menabung selama dua bulan. “Kalau versi aku ada yang beli sendiri dengan nabung uang jajan di sekolah,” imbuhnya.
Ketika awal mulai menjadi cosplayer rupanya Emiliya pernah ditentang oleh keluarganya. Sebab pernah suatu ketika ia pulang ke rumah masih dalam kondisi masih menggunakan kostum. Namun, setelah menggunakan pakaian karakter yang cenderung sopan, kini orang tuanya memberikan izin.
Tidak hanya Emiliya, dari SMAN 1 Nganjuk juga ada cosplayer bernama Putra Ferry Arga Prasetya. Siswa laki-laki berusia 19 tahun ini mulai cosplay pada tahun 2023. “Saya sudah cosplay sekitar dua tahun yang lalu, lebih tepatnya pada tanggal 24 September 2023,” kata Putra.
Putra bercerita alasan kenapa tertarik cosplay karena ia suka menggunakan pakaian-pakaian keren. Dari situlah dikarenakan ingin merasakan menjadikan karakter yang ia suka.
Untuk cosplay, Putra mengaku suka cosplay menjadi karakter yang menggunakan armor atau berjubah. Jika ditanya berapa karakter yang sudah pernah saya cosplay ada sekitar 10 karakter, itu nanti bisa bertambah seiring berjalannya waktu.
Sebagai pelajar rupanya ia pernah dimarahi oleh orang tuanya. Namun lama-kelamaan orang tua bakalan dukung jika kita menyakinkannya, contohnya memberi tahu bahwa di dalam cosplay itu ada lomba, di dalam lomba tersebut ada hadiah yang begitu menggiurkan.
Untuk kostum, Putra ada yang buat sendiri ada juga yang beli. Namun jika kita juga bisa rental jika memang belum memiliki budget yang lebih. Kalau biaya ini bisa pakai uang saku atau mungkin untuk kaum pelajar yang ingin mendapatkan dana lebih bisa dari ikut freelance, cuma dana yang didapatkan juga bisa berasal dari hadiah lomba cosplay. (ara/tyo)
Editor : Karen Wibi