PENGAWASAN KETAT: Pengawas mengecek kartu peserta TKA di SMAN 1 Nganjuk untuk cegah kecurangan.
Viral Muncul Grup Bocoran Soal di Medsos
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Viralnya peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK membawa handphone hingga live TikTok membuat Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur wilayah Nganjuk waspada. Kemarin (4/11), cabdindik meminta pengawasan diperketat. Sebelum masuk ruang ujian, seluruh peserta digeledah terlebih dahulu. “Tidak boleh peserta TKA membawa handphone,” tandas Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk Iwan Triyono kepada wartawan koran ini.
Selain viral di media sosial, apa yang dilakukan oleh cabdindik Jatim Wilayan Nganjuk juga mengantisipasi kebocoran soal. Karena di hari pertama TKA, banyak soal yang bocor.
Bocoran soal itu banyak ditemukan di grup Whatsapp hingga Telegram. Seperti salah satu grup di Whatsapp bernama SPIL BOCORAN SOAL TKA. Tidak tanggung-tanggung, grup tersebut sudah berisikan sekitar 3 ribu anggota. Mayoritas mereka adalah siswa dan siswi kelas XII yang sedang mengikuti TKA.
Bahkan, ada yang lebih parah. Yaitu ada salah satu peserta TKA yang melakukan live TikTok selama ujian. Selama live, si pemilik akun menunjukkan seluruh soal selama ujian. Dengan tujuan untuk membocorkan soal yang diujikan.
Usut punya usut, kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Garut. Pelaku adalah salah satu siswa kelas XII di SMA negeri di Kabupaten Garut. Setelah viral, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) langsung memberi sanksi. “Kami tidak ingin kejadian kecurangan TKA terjadi di Kabupaten Nganjuk,” tambahnya.
Oleh karena itu, Iwan melarang seluruh peserta untuk membawa handphone. Jika ketahuan membawa handphone selama ujian, pengawas tidak akan segan-segan memberi hukuman. “Mari kerjakan soal TKA dengan jujur,” tegasnya.
Prosedur yang ketat juga dilakukan di SMAN 1 Nganjuk. Sebelum masuk ke ruang ujian, seluruh peserta dikumpulkan di dua kelas khusus. Di sana para peserta akan mengisi daftar hadir dan mengambil kartu ujian.
Selain itu peserta juga akan mengumpulkan seluruh tas. Seluruh handphone milik peserta juga wajib dimasukkan ke dalam tas selama ujian. Hingga akhirnya handphone tersebut dapat diambil setelah ujian selesai. “Tidak boleh ada siswa yang membawa handphone selama ujian. Itu sudah peraturan yang wajib dipatuhi,” ujar Kepala SMAN 1 Nganjuk Sugiyono kepada wartawan koran ini.
Selain itu, saat masuk ke ruang uijan, siswa juga kembali digeledah. Total ada dua penjaga untuk masing-masing ruangan yang siap menggeledah siswa. Jika ada siswa yang membawa alat komunikasi, maka mereka akan dilarang mengikuti ujian. “Anak-anak dapat mengerti peraturan dengan baik. Tidak ada yang nekat membawa handphone selama ujian berlangsung,” tambahnya.
Sementara itu, kemarin (4/11) adalah ujian TKA gelombang pertama hari kedua. Total mereka mengerjakan dua mata pelajaran (mapel) pilihan. Mereka mengikuti tes mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.40 WIB. (wib/tyo)