Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Nabung Limbah Rumah Tangga untuk Mendapat Tunjangan Hari Raya

Karen Wibi • Selasa, 11 November 2025 | 18:53 WIB

BANK SAMPAH: Warga Kelurahan Kartoharjo mengumpulkan sampah rumah tangga untuk ditabung di bank sampah.
BANK SAMPAH: Warga Kelurahan Kartoharjo mengumpulkan sampah rumah tangga untuk ditabung di bank sampah.

Mengintip Usaha Bank Sampah Eksis di Kota Angin  

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memiliki target untuk mewujudkan zero waste di Kota Angin. Salah satunya dengan menciptakan bank sampah. Masyarakat bisa menukarkan sampah dengan banyak hal. Mulai dari uang, sembako, hingga tanaman sayur-sayuran. Bahkan, ada yang dijadikan tabungan untuk tunjangan hari raya (THR). 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memiliki program keren untuk pengelolaan sampah sejak 2010. Yaitu, Bank Sampah. Program ‘Bank Sampah’ itu diwajibkan ada di tiap desa dan kelurahan. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, banyak Bank Sampah di masing-masing desa dan kelurahan yang tidak lagi aktif.

Padahal, Bank Sampah memiliki banyak sekali manfaat. Salah satunya menciptakan zero waste. Yaitu konsep gaya hidup atau sistem pengelolaan sumber daya yang bertujuan untuk meminimalkan produksi sampah sehingga tidak ada sampah yang berakhir di tempat pembuangan sampah (TPS).

Warga memilah sampah sebelum dimanfaatkan untuk berbagai macam kerajinan.
Warga memilah sampah sebelum dimanfaatkan untuk berbagai macam kerajinan.

Dari banyaknya Bank Sampah di Kabupaten Nganjuk, Bank Sampah di Kelurahan Kartoharjo menjadi salah satu yang masih aktif hingga saat ini. Namanya adalah Bank Sampah Sejahtera. Bahkan saat ini jumlah nasabah di Bank Sampah tersebut sudah mencapai puluhan.

Bendahara Bank Sampah Sejahtera Wulandari mengatakan, bank sampah di kelurahan tersebut sudah berdiri sejak 2010 lalu. Kala itu ada program dari pemerintah daerah untuk membangun bank sampah di masing-masing desa dan kelurahan. “Semua desa dan kelurahan wajib ada Bank Sampah. Tapi sayangnya sekarang sudah banyak yang mati,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bank Sampah Sejahtera.

JADI THR WARGA: Buku Tabungan Bank Sampah menjadi bukti untuk warga yang menabung sampah.
JADI THR WARGA: Buku Tabungan Bank Sampah menjadi bukti untuk warga yang menabung sampah.

Matinya Bank Sampah di banyak desa dan kelurahan menjadi hal yang disesali oleh Wulandari. Karena menurutnya Bank Sampah memiliki banyak sekali manfaat. Salah satunya untuk menciptakan budaya buang sampah yang baik dan benar untuk masyarakat.

Oleh karena itu, agar Bank Sampah Sejahtera terus hidup, Wulandari dan anggota lain terus berinovasi. Total ada tiga program unggulan. Yaitu Tabungan Hari Raya, Warung Mbah Karto, dan Kebun Mbah Karto.

Tabungan Hari Raya (THR) menjadi program yang paling unik. Nantinya warga di Kelurahan Kartoharjo bisa menabung. Namun bukan menabung uang. Melainkan sampah. Nantinya sampah-sampah itu akan dikonversi menjadi uang. Lalu bisa diambil H-7 pada Hari Raya Idul Fitri. “Rata-rata emak-emak yang suka. Jadi sebelum hari raya itu ada uang buat beli baju,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk Sujito mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Bank Sampah Sejahtera. Menurutnya inovasi-inovasi itu dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mau buang sampah dengan cara yang benar. “Inovasi tersebut harus ditiru oleh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya singkat. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#zero waste #nganjuk #bank sampah