BANK Sampah Sejahtera di Kelurahan Kartoharjo ternyata tidak hanya fokus mengolah sampah organik. Melainkan juga sampah non-organik. Nantinya sampah-sampah yang mayoritas terbuat dari plastik itu akan dikelola. Dijual dan dibuat kerajinan.
Sampah plastik yang terbuat dari botol itu mayoritas akan dijual. Uangnya akan diputar untuk dijadikan modal. Sedangkan sampah plastik yang murah akan dijadikan kerajinan. “Kami ingin memanfaatkan sampah hingga 100 persen. Jangan sampai ada sampah yang terbuang di tempat pembuangan sampah,” ujarnya.
Pembuatan kerajinan itu dilakukan oleh emak-emak yang juga nasabah di Bank Sampah. Bentuk kerajinan yang dibuat juga bervariasi. Mulai dari dompet, tas, vas bunga, hingga pakaian. Ya, sampah itu dibuat menjadi pakaian. Namun bukan pakaian yang bisa dipakai sehari-hari. Melainkan pakaian yang biasa digunakan untuk karnaval Agustusan. “Pakaian untuk karnaval itu lalu kami sewakan. Seringnya dipakai waktu karnaval agustusan,” tambahnya.
Harga sewanya bervariasi. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 120 ribu. Tergantung dari jenis pakaian. Nantinya uang-uang itu akan dimasukkan ke kas Bank Sampah. Diputar kembali menjadi modal.
Sedangkan, karya lain juga bisa dijual. Kadang-kadang, di hari tertentu, Bank Sampah Sejahtera mengikuti pameran. Selama pameran itu banyak masyarakat yang tertarik dengan karya Bank Sampah. “Banyak yang tertarik dan dijadikan oleh-oleh,” pungkasnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi