Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Renovasi Slumbung Food Festival di Akhir Tahun

Karen Wibi • Jumat, 14 November 2025 | 16:21 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan merenovasi Slumbung Food Festival (SFF).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan merenovasi Slumbung Food Festival (SFF).

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan merenovasi Slumbung Food Festival (SFF). Hal itu dilakukan karena SFF segera beroperasi lagi. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, dalam waktu dekat, Pemkab Nganjuk berencana untuk melakukan renovasi pada SFF.“Slumbung Food Festival akan kami renovasi agar menarik minat pengunjung,” ujar Marhaen kepada wartawan koran ini.

Marhaen mengatakan, pekerjaan rumah (PR) yang dihadapi oleh Pemkab Nganjuk bukan hanya tentang menghidupkan SFF. Melainkan juga menarik minat masyarakat agar mau kembali berkunjung.

Dengan kondisi saat ini, menurut Marhaen, SFF akan sulit dikunjungi oleh masyarakat. Oleh karena itu, Marhaen mengatakan Pemkab Nganjuk akan melakukan renovasi pada aset daerah yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut.

Salah satu renovasi yang ingin dilakukan adalah kembali menghidupkan lampu-lampu yang berada di SFF. Dalam waktu dekat, Pemkab Nganjuk akan menambah lampu-lampu di sekitar area SFF. “Lampu-lampu yang saat ini dimatikan akan kembali dihidupkan,” ujarnya. 

Lalu kapan SFF akan kembali dibuka untuk umum? Menanggapi pertanyaan itu, Marhaen mengatakan, SFF akan dibuka dalam waktu dekat. Karena sesuai rencana, SFF akan kembali beroperasi pada akhir tahun. Antara November hingga Desember. “Semoga sebelum tahun baru bisa kembali buka. Akan jadi momentum yang pas untuk menarik perhatian masyarakat,” tandasnya.

Perlu diketahui, di tahun lalu, Pemkab Nganjuk bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola SFF. Sayangnya, kesepakatan antara Pemkab Nganjuk dan pihak ketiga tidak bertahan lama. Alasannya SFF ditutup sebelum waktu kontrak habis. Hal itu dilakukan karena pengunjung di SFF yang terus menurun.

Sejak putus kontrak dengan pihak ketiga, Pemkab Nganjuk tidak lagi mengelola SFF. Selama sekitar satu tahun aset milik daerah itu mangkrak. Lebih parahnya, selama mangkrak, aset tersebut sering digunakan oleh gelandangan. Entah itu digunakan untuk istirahat atau tidur di malam hari.

Ast milik daerah itu lalu akan dikelola oleh pihak ketiga. Yaitu paguyuban pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Kabupaten Nganjuk. Dalam waktu dekat SFF akan kembali buka. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#kuliner #nganjuk