Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pakai Cincin, Ibu di Prambon Kesakitan

Novanda Nirwana • Selasa, 18 November 2025 | 19:50 WIB

KESAKITAN: Petugas Damkarmat Nganjuk berhasil melepas cincin yang menbuat jari Rani Winarsih bengkak selama lima bulan.
KESAKITAN: Petugas Damkarmat Nganjuk berhasil melepas cincin yang menbuat jari Rani Winarsih bengkak selama lima bulan.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Rani Winarsih, 59, warga Dusun Ngetrep, Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon, menangis di Pos Damkar Tanjunganom, Senin (17/11). Hal ini karena selama lima bulan, dia menahan sakit dan malu meminta bantuan. Penyebabnya, ibu rumah tangga itu tak bisa melepas cincin pemberian suaminya yang bikin jarinya bengkak.

Rani datang sekitar pukul 07.00 WIB dengan diantar seorang saudaranya. Ia mengaku selama ini tidak berani pergi sendiri ke kantor pemadam kebakaran untuk meminta bantuan profesional. 

Menurut laporan petugas, Rani sudah mengalami pembengkakan dan luka di sekitar jari tempat cincin itu melekat. Kondisinya membuat upaya pelepasan secara mandiri mustahil dilakukan.  “Jarinya sudah bengkak cukup lama. Ada luka juga. Jadi harus ditangani dengan alat khusus agar tidak menimbulkan cedera tambahan,” jelas ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk adalah Imam Ashari.

Proses pelepasan memerlukan ketelitian karena tangan korban sudah bengkak. Rani sempat menangis saat petugas mulai memotong bagian logam yang menekan kulitnya. “Kesulitannya ada pada pembengkakan. Kalau salah sedikit bisa luka. Untung kami punya alat yang memadai dan perlengkapan P3K, sehingga prosesnya bisa aman,” ujarnya.

Setelah beberapa menit upaya pemotongan dilakukan, cincin akhirnya berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan luka baru. Rani langsung diperiksa dan diberi perawatan antiseptik untuk mencegah infeksi. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#Damkar Nganjuk #evakuasi #cincin #nganjuk