Sekolah Kebanjiran. Siswa dan Guru SDN Balonggebang 1 Harus Kerja Bakti
Karen Wibi• Kamis, 20 November 2025 | 20:59 WIB
GANGGU KBM: Siswa dan guru SDN Balonggebang 1 di Kecamatan Gondang nguras kelas karena kebanjiran sejak Selasa malam (18/11) hingga kemarin pagi (19/11).
Banjir karena Saluran Air Tersumbat Pabrik
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Balonggebang 1 lumpuh kemarin. Penyebabnya sekolah yang berada di Kecamatan Gondang itu kebanjiran. Akibatnya, guru dan siswa harus nguras kelas.
Dari informasi yang dihimpun koran ini, banjir yang terjadi di sekolah terjadi pada Selasa malam (18/11). Hujan deras yang mengguyur sekolah sejak siang hingga malam hari membuat sekolah terendam. Tidak tanggung-tanggung, di kondisi terparah, air mencapai ketinggian sekitar 40 centimeter. “Sebelum-sebelumnya belum pernah banjir. Banjir baru terjadi dua kali. Minggu kemarin dan kemarin (Selasa, Red),” ujar Kepala SDN 1 Balonggebang Ahmad Zabir saat ditemui wartawan koran ini.
Ahmad menjelaskan, minggu lalu, sekolah yang dipimpinnya itu mengalami banjir. Banjir yang terjadi minggu lalu tidak begitu parah. Air hanya menggenangi halaman sekolah. Namun berbeda dengan banjir yang terjadi pada Selasa malam (18/11). Air sampai masuk sepuluh ruangan yang ada di sekolah tersebut. “Hanya perpustakaan dan musala saja yang aman. Sisanya terendam banjir,” tambahnya.
MENGGENANG: Banjir di SDN Balonggebang 1 karena saluran air tersumbat pabrik.
Ketinggian banjir bervariasi. Namun tertinggi mencapai 40 centimeter. Beruntung, menjelang pagi hari, banjir mulai surut. Hingga sekitar pukul 07.00 WIB, ketinggian genangan air tidak mencapai 5 centimeter.
Padahal, menurut Ahmad, banjir serupa tidak pernah terjadi beberapa tahun terakhir. Banjir baru terjadi di musim hujan kali ini. Dengan rincian banjir pertama terjadi minggu lalu. Sedangkan banjir kedua terjadi pada Selasa malam. “Ada pembangunan pabrik di barat sekolah yang membuat kami kebanjiran,” tegasnya.
Banjir tersebut tentu membuat KBM terganggu. Karena banyak barang-barang yang ada di ruang kelas rusak. Alhasil, sebagai gantinya, KBM diganti dengan kegiatan kerja bakti. Membersihkan 10 ruang kelas yang terendam air banjir. “Para siswa dan guru saya ajak untuk kerja bakti. Semua ruang kelas dibersihkan agar KBM dapat segera digelar,” imbuhnya.
Namun hingga pukul 10.00 WIB, kerja bakti belum juga rampung. Agar proses pembersihan dapat cepat selesai, pihak sekolah memanggil petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. “Petugas mendapat panggilan untuk membersihkan sisa lumpur di dalam ruang kelas,” sambung Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari. (wib/tyo)