Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

LDM karena Jelajahi 34 Provinsi di Tanah Air 

Novanda Nirwana • Selasa, 25 November 2025 | 21:59 WIB

TOTALITAS: Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya terpaksa LDM karena tugas.
TOTALITAS: Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya terpaksa LDM karena tugas.

Arief Budi Prasetya, Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Nganjuk 

Setiap pekerjaan memiliki risiko masing-masing. Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya juga mengalaminya. Pekerjaannya di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia membuat Arief harus berpindah-pindah tempat tugas. 

NOVANDA NIRWANA-NGANJUK,      JP Radar Nganjuk

“Saya harus long distance marriage (LDM) karena tugas,” ungkap Arief Budi Prasetya. Sejak bertugas di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, pria berusia 42 tahun ini selalu berpindah tempat. Dia menjelajahi Rutan dan Lapas. Mulai dari Kalimantan hingga akhirnya ke Kabupaten Nganjuk. Tepatnya, memimpin Rutan Kelas II-B Nganjuk pada  Juni 2025.

Karena berpindah-pindah tugas, Arief terpaksa tidak bisa mengajak anak dan istrinya. Ini karena masa tugasnya tidak lama. Dia harus pindah lagi. Sehingga, long distance marriage (LDM) harus dijalani.  

Selama lima bulan menjabat sebagai Kepala Rutan Nganjuk, ada beberapa kali kasus temuan penyelundupan. Hal tersebut tentunya bukan hal baru lagi bagi Arief. Namun, beruntung dengan kesigapan petugas Rutan Nganjuk penyelundupan narkoba pun berhasil digagalkan.“Sempat ada info juga beberapa kali penyelundupan, tapi kami sebisa mungkin untuk menggagalkan,” paparnya.

Sebagai seseorang yang sudah mencicipi ragam masakan dari berbagai daerah, mulai dari papeda di Papua hingga masakan pedas Padang, Arief merasa kuliner tradisional bukan tantangan berarti. Namun, pengalaman pertamanya mencicipi nasi becek Nganjuk cukup unik.

Meski begitu, dia menyebut tidak ada kendala soal makanan sehari-hari. Dengan riwayat tugas yang membuatnya berpindah-pindah daerah, lidahnya sudah cukup santai mengikuti cita rasa Nusantara.

Selain pekerjaan, pria asal Sragen itu juga harus menata ritme hidup baru. Saat ini, dia tinggal di rumah dinas Rutan bersama anaknya. Sementara istrinya, karena kesibukan baru bisa datang ke Nganjuk dua minggu sekali. “Saya di sini tinggal di rumah dinas sama anak. Istri paling ke sini dua minggu sekali,” tuturnya.

Meski belum genap setengah tahun, Arief mengaku sudah mulai menyatu dengan atmosfer kerja di Rutan Nganjuk. Bagi dia, dukungan petugas dan lingkungan kerja yang solid menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pembinaan warga binaan.“Yang penting suasana kerja baik dan semua yang saya pimpin tetap semangat menjaga integritas,” ujarnya. (tyo)

Editor : Karen Wibi
#rutan #nganjuk