Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Disporabudpar Tambah Fasilitas agar Pengunjung Museum Nyaman

Syahrul Andry Wahyudi • Rabu, 26 November 2025 | 16:39 WIB

RAMAI PENGUNJUNG: Bupati Marhaen Djumadi dan Wabup Trihandy saat mengunjungi Museum Anjuk Ladang.
RAMAI PENGUNJUNG: Bupati Marhaen Djumadi dan Wabup Trihandy saat mengunjungi Museum Anjuk Ladang.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata sejarah di Museum Anjuk Ladang, kini bisa semakin nyaman. Karena Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinas Porabudpar) Kabupaten Nganjuk menambah berbagai fasilitas pendukung.

Berbagai fasilitas tersebut di antaranya adalah musala, perpusatakaan, hingga kantin. Ada pula sekretariat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Kemudian, di sisi timur, utara, maupun barat gedung utama juga telah rampung dibangun peneduh. Sehingga, pengunjung tidak lagi terpapar matahari maupun kehujanan meski masih berada di luar gedung.

Kemudian, halaman depan museum juga telah mendapat sentuhan revitalisasi. Penataan berbagai tanaman dan bunga semakin menambah kesan asri dan sejuk saat di sana.

Disporabudpar tambah fasilitas agar pengunjung nyaman.
Disporabudpar tambah fasilitas agar pengunjung nyaman.

Kepala Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, berbagai fasilitas itu sengaja ditambah untuk memberi rasa nyaman pengunjung. Sehingga pengunjung bisa betah berwisata di Museum Anjuk Ladang. “Agar nyaman dan betah,” ujarnya.

Untuk diketahui, Museum Anjuk Ladang merupakan museum yang dikelola oleh pemerintah daerah. Berbagai koleksi peninggalan sejarah dipamerkan pada museum ini. Mulai artefak prasejarah hingga peninggalan era kolonial.

Yang menjadi ikon di museum ini adalah replika Tugu Jayastamba. Tugu ini menjadi simbol cikal bakal berdirinya Nganjuk. Sedangkan tugu aslinya berada di Museum Nasional, Jakarta.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, beberapa wisatawan nampak menikmati wisata Museum Anjuk Ladang kemarin. Satu-persatu koleksi museum dilihat secara detil dan seksama. Mulai berbagai arca era kerajaan. Kemudian replika alat dapur saat masa penjajahan. Hingga miniatur wayang dan berbagai koleksi lainnya. Pengunjung juga antusias melihat kamera dan mesin ketik lawas yang juga terpajang di museum ini. “Koleksinya lengkap. Bisa belajar sejarah di sini,” ujar Wibi Haryanto, 29, pengunjung asal Kabupaten Kediri. (ik3/adv/tyo)

Editor : Karen Wibi
#Disporabudpar Kabupaten Nganjuk #nganjuk