NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memberikan rasa aman bagi ribuan pekerja sosial di Kota Angin. Karena di tahun ini, Pemkab Nganjuk mendaftarkan 7.482 pekerja sosial menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.
Salah satu penerima manfaat dari program pemkab itu adalah Ashlih Sya’nana. Seorang guru mengaji asal Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Dia menjadi guru mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) sejak tahun 2011. Beruntung, di tahun ini, dirinya menjadi salah satu dari ribuan pekerja sosial yang didaftarkan Pemkab Nganjuk untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. “Alhamdulillah pemerintah daerah sangat memperhatikan pekerja sosial di Kabupaten Nganjuk.
Kami didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar perempuan yang kini berusia 32 tahun itu.
Perempuan yang akrab disapa Nana itu menceritakan, dirinya sudah menjadi guru mengaji sejak 2011 lalu. Kala itu dirinya baru saja lulus dari salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Nganjuk. Sembari melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, dirinya juga menjadi guru mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.
Nana melalui hari sebagai guru mengaji dengan gembira. Namun ada yang mengganjal di pikirannya. Bagaimana jika ada kejadian yang tidak diinginkannya selama mengajar anak-anak untuk baca dan tulis Alquran. Karena selama itu tidak ada jaminan sosial bagi dirinya. Begitu juga dengan ribuan guru mengaji di Kabupaten Nganjuk. “Dari 2011 sampai 2024 itu tidak ada jaminan sosial apapun. Kami jadi waswas,” tambah ibu satu anak itu.
Beruntung, sejak 2025, semuanya berubah. Pemkab Nganjuk mulai menaruh perhatian kepada pekerja sosial di Kabupaten Nganjuk. Lalu pada Juni 2025, Pemkab Nganjuk mulai mendaftarkan ribuan pekerja sosial ke dalam anggota BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk, seluruh guru mengaji pada TPQ yang terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sejak saat itu Nana merasa aman. Dirinya tidak lagi pusing memikirkan hal diluar kegiatan mengajar anak-anak dalam baca dan tulis Alquran. Dirinya bisa lebih fokus dalam mengajar anak-anak untuk mengaji. “Saat ini saya bisa lebih fokus dalam mengajar anak-anak. Menyiapkan generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur,” tandasnya.
Komitmen dalam menjamin rasa aman bagi pekerja sosial ditegaskan oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Tidak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk itu mengatakan telah mendaftarkan 7.482 pekerja sosial di Kabupaten Nganjuk. “Bantuan diberikan kepada guru mengaji, guru sekolah minggu, dan guru keagamaan lainnya,” ujarnya.
Apa yang dilakukan oleh Pemkab Nganjuk itu bukan tanpa alasan. Menurut Marhaen, pemerintah daerah harus menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat. Termasuk pekerja sosial.
Dengan didaftarkan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan, banyak manfaat yang didapat oleh para pekerja. Mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK); Jaminan Kematian (JK); Jaminan Pensiun (JP); Jaminan Hari Tua (JHT); dan program tambahan lainnya. “Pemerintah daerah wajib memberikan rasa aman,” tambahnya. (wib)
Editor : Karen Wibi