Baru Dibangun 2010, Jembatan Kedungdowo Kembali Putus Tahun 2025
Karen Wibi• Selasa, 2 Desember 2025 | 17:30 WIB
CEK BANGUNAN: Bupati Marhaen Djumadi dan Wabup Trihandy Cahyo Saputro melihat Jembatan Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk yang putus kemarin. Jembatan ini menelan anggaran Rp 1,5 miliar.
Bupati Marhaen dan Wabup Trihandy Cek Bangunan
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kualitas Jembatan Kedungdowo di Kecamatan Nganjuk layak dipertanyakan. Mulai dibangun pada 2010 lalu, jembatan tersebut sudah rusak sebanyak dua kali. Terakhir jembatan ambruk pada Minggu sore kemarin (30/11).
Dari informasi yang dihimpun koran ini, Jembatan Kedungdowo mulai dibangun pada 2010. Namun, pembangunan sempat molor hingga 2011. Saat itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menghabiskan anggaran hingga Rp 1,5 miliar untuk membangun jembatan. Namun baru dua tahun, jembatan sudah mengalami kerusakan.
Kepala Desa (Kades) Kedungdowo Suprapto mengatakan, pada 2013 lalu, jembatan mengalami kerusakan.
Kerusakan itu berupa keretakan di bagian penyangga jembatan di sisi selatan. Jembatan lalu mendapat jatah perbaikan di tahun 2015. “Dulu sudah pernah rusak sekali di tahun 2013,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Beberapa tahun berlalu, jembatan kembali rusak. Yaitu, pada akhir 2024. Jenis kerusakannya sama seperti di tahun 2013. Yaitu keretakan di bagian penyangga jembatan. Namun, kini posisinya berganti di sisi utara.
Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungdowo langsung menutup jembatan. Namun masih banyak warga sekitar yang nekat melewati jembatan. Karena memang jembatan tersebut menjadi akses paling cepat bagi warga. Karena jika masyarakat memutar, mereka bisa menempuh perjalanan hingga 2 kilometer (km).
Hingga akhirnya petaka tiba. Pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB jembatan putus. Saat itu ada seorang pengendara sepeda motor yang lewat. Baru setengah jalan, sisi bagian utara jembatan ambruk. Pengendara berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan sepeda motor sempat tertinggal di sisi jembatan yang sudah ambruk. “Beruntung sepeda motor berhasil diselamatkan oleh warga setelah itu,” tambahnya.
Setelah putusnya jembatan, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi langsung terjun ke lokasi kejadian. Dia bersama Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) langsung mengecek kondisi jembatan. “Saya ingin memastikan sejauh mana kerusakan jembatan,” ujarnya.
Hasilnya, menurut Marhaen, jembatan tersebut sudah tidak bisa dilewati. Saat ini dirinya sedang menimbang-nimbang tentang rencana perbaikan jembatan di kemudian hari. Antara perbaikan jembatan atau pembangunan jembatan secara total. “Masih kami timbang-timbang tentang rencana perbaikan jembatan,” tutupnya. (wib/tyo)