Dinas Pendidikan Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana
Syahrul Andry Wahyudi• Sabtu, 6 Desember 2025 | 00:34 WIB
PEMBUKAAN: Kabid SMP Dinas Pendidikan Nganjuk Munawir sosialisasi SPAB di SMP Negeri.
Gelar Sosialisasi SPAB di Dua SMPN
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk berusaha keras mewujudkan sekolah yang aman dari bencana. Untuk itu, tahun ini, disdik menggelar sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Yang menjadi lokasi sosialisasi adalah SMPN 1 Sawahan dan SMPN 3 Kertosono.
Kabid SMP Disdik Kabupaten Nganjuk Munawir mengatakan, beberapa satuan pendidikan di Kota Angin memiliki risiko bencana. Sebagai upaya pencegahan, pihaknya sengaja menggelar sosialisasi SPAB.“Agar sivitas pendidikan tetap aman jika terjadi bencana. SPAB ini adalah salah satu upaya mengurangi risiko,” ujarnya mewakili Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto.
PRAKTIK: Siswa SMPN 1 Sawahan berlatih menolong korban bencana.
Untuk diketahui, SPAB merupakan program dan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tahan terhadap bencana. Termasuk pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan pascabencana.
Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah. Mulai peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan. “Serta melindungi hal penting sekolah. Seperti dokumen dan berkas berkaitan administrasi lainnya,” tambah Munawir.
Adapun SPAB memiliki beberapa tujuan. Antara lain, upaya perlindungan, keberlangsungan layanan, pengurangan risiko, hingga menciptakan fasilitas yang aman dari bencana.
NGANJUK MELESAT: Munawir foto bersama peserta sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Pada sosialisasi SPAB itu, disdik mengundang beberapa narasumber untuk menyampaikan materi. Antara lain dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk dan Forum Fasilitator SPAB Kabupaten Nganjuk.
Peserta sosialisasi sendiri adalah para siswa dari kedua satuan pendidikan tersebut. Selain materi berupa teori, peserta juga praktik langsung simulasi jika suatu ketika terjadi bencana di sekolahnya. Misalnya, bagaimana cara berlindung jika terjadi gempa bumi. Ada pula, simulasi pemberian pertolongan pertama jika terjadi korban. (ik3/adv/tyo)