Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Polo Pendem Jadi Menu Rapat

Karen Wibi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 19:41 WIB

Mulai tahun depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan semakin berhemat. Polo pendem dan air mineral akan jadi menu rapat.
Mulai tahun depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan semakin berhemat. Polo pendem dan air mineral akan jadi menu rapat.

Batasi Penggunaan AC karena Efisiensi Dana

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jangan berharap menikmati menu makan siang dengan lauk ayam bakar dan roti saat rapat di Pemkab Nganjuk. Karena mulai tahun depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan semakin berhemat. Polo pendem dan air mineral akan jadi menu rapat. Bahkan, penggunaan air conditioner (AC) saat rapat juga akan dibatasi. “Pos anggaran makan dan minum saat rapat serta penggunaan listrik masuk pos anggaran yang kena efisiensi,” tandas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk Dyah Puspita Rini. 

Total ada delapan pos anggaran yang mengalami efisiensi di tahun depan. Mulai dari pos anggaran makan dan minum rapat; alat tulis kantor (ATK); kegiatan seremonial; dan perjalanan dinas. Selain itu efisiensi juga akan dilakukan untuk pengunaan daya listrik; hibah dan bantuan sosial (bansos); dana desa; dan terakhir adalah tunjangan profesi dan tambahan penghasilan guru di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk. “Tidak boleh boros,” tandasnya kepada wartawan koran ini.

Salah satu upaya penghematannya adalah menggunakan AC secara tidak berlebihan. Salah satunya adalah ketika rapat. Selain itu, setelah tidak digunakan, AC wajib dimatikan. “AC hingga lampu tidak boleh dinyalakan ketika tidak digunakan,” tambahnya.

Dyah mengatakan, di tahun ini, Pemkab Nganjuk juga telah melakukan penghematan listrik. Menurutnya upaya penekanan pengeluaran dari sektor listrik cukup efisiensi. Akibatnya, di tahun depan, hal itu tetap dilanjutkan.

Selain itu efisiensi juga dilakukan pada pos anggaran makan dan minum rapat. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan efisiensi bisa dilakukan dengan mengganti makan dan minum. Saat itu, saat ada rapat, bupati mengimbau mengganti makanan dengan polo pendem kukus. Selain hemat, polo pendem dianggap lebih sehat dibanding makanan lainnya. “Mengganti makanan dengan polo pendem adalah salah satu upaya untuk menghidupkan UMKM lokal,” ujar Kang Marhaen.

Seperti diberitakan sebelumnya, APBD Kabupaten Nganjuk 2026 dipastikan kena kepras. Tidak tanggung-tanggung, penurunan APBD mencapai sekitar Rp 520 miliar. Di tahun lalu, APBD Kabupaten Nganjuk senilai Rp 3,04 triliun. Sedangkan APBD di tahun depan adalah Rp 2,52 trilun. Akibat hal itu, banyak efisiensi yang dilakukan oleh Pemkab Nganjuk. Salah satunya dari pos anggaran perjalanan dinas hingga alat tulis kantor (ATK). (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #efisiensi