Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk berjalan secara dramatis. Bakal calon Maria Tunda Dewi mengundurkan diri di detik-detik akhir pencalonan.
Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk berjalan secara dramatis. Bakal calon Maria Tunda Dewi mengundurkan diri di detik-detik akhir pencalonan. Sehingga, Imam Syafi’i menjadi calon tunggal. Kemudian, akhirnya terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Nganjuk secara aklamasi.
Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Partai Golkar Kabupaten Nganjuk Firman Adi menerangkan, musyawarah daerah (musda) pemilihan Ketua DPD Golkar Nganjuk telah digelar Minggu kemarin (7/12). “Musda yang gelar Minggu lalu memiliki agenda untuk memilih ketua,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Awalnya ada dua bakal calon yang siap bertarung. Pertama adalah mantan Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk periode Maria Tungga Dewi. Maria adalah Ketua DPD Golkar Nganjuk periode 2020-2025. Lalu yang kedua adalah Sekretaris DPD Golkar Nganjuk Imam Syafi’i. Namun, Maria mengundurkan diri. Alhasil hanya tersisa satu bakal calon yang siap mengikuti pemilihan.
Karena hanya satu bakal calon, menurut Firman, Imam berhasil menjadi ketua secara aklamasi. Kini statusnya sah menjadi Ketua DPD Golkar Nganjuk untuk lima tahun ke depan. “Saat ini Imam harus melengkapi formatur. Yaitu nama-nama yang akan mengisi kepengurusan di tubuh DPD Golkar Nganjuk,” tambahnya sembari mengatakan tenggat waktu pengisian formatur adalah 30 hari terhitung mulai 7 Desember.
Lalu mengapa Maria mengundurkan diri di detik-detik musda? Menanggapi pertanyaan itu, Firman mengaku ada pergeseran peta politik di tubuh internal DPD Golkar Nganjuk. Mulanya Maria mendapat dukungan dari mayoritas anggota. Namun seiring berjalannya waktu, dukungan itu berpindah ke Imam. “Karena tidak mendapat dukungan, Beliau mengundurkan diri dari pencalonan,” pungkasnya. (wib/tyo)