NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kader merupakan ujung tombak suksesnya suatu program. Salah satu tantangannya adalah harus door to door saat edukasi program kepada masyarakat. Meski penuh tantangan, para kader tetap gigih dalam berperan. Karena kader bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk Asti Widyartini saat membuka Jambore Kader Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kecamatan Loceret, Rabu (10/12). Menurut Asti, peran kader KIE sangat vital, terutama dalam misi percepatan penurunan stunting di Kota Angin.
“Target penurunan stunting akan sulit tercapai jika ader KIE tidak edukasi door to door tentang pola asuh, gizi, dan perencanaan keluarga,” jelasnya pada acara di Jolotundo Glamping and Edupark itu.
Menurut Asti, KIE pada masyarakat sangat diperlukan. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku, terutama berkenaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan KB. “Kader juga wajib melakukan penyuluhan dan konseling kepada sasaran langsung. Misalnya pasangan usia subur, ibu hamil, keluarga, remaja, lansia, dan kelompok lainnya,” lanjutnya.
Untuk diketahui, turut hadir pada acara itu Camat Loceret, Sukirno. Adapun jambore tersebut adalah kegiatan Balai Penyuluh KB Kecamatan Loceret sebagai apresiasi dan penguatan kapasitas kader. Jambore diikuti oleh 88 orang kader. Mereka berasal dari seluruh desa di Kecamatan Loceret. Jambore berlangsung semarak. Karena diisi kegiatan interaktif. Di sela acara juga berlangsung penyerahan piagam Desa Berprestasi. Mulai capaian SIGA terbaik, web Kampung KB terbaik, pelayanan KB MKJP terbanyak, hingga verval KRS terbaik. (ik3/tyo)
Editor : Karen Wibi