Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Trading di Kabupaten Nganjuk: FOMO karena Teman Jadi Trader

Karen Wibi • Senin, 15 Desember 2025 | 17:08 WIB

MAIN TRADING: Ren memantau pergerakan candlestick di HP.
MAIN TRADING: Ren memantau pergerakan candlestick di HP.

ADA berbagai macam alasan yang menyebabnya maraknya masyarakat Kabupaten Nganjuk bermain trading. Mulai dari akses teknologi yang mudah hingga perasaan Fear of Missing Out (FOMO). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Univervitas PGRI Mpu Sindok Dr. Indrian Supheni, M.Aks., CSRA menjelaskan, ada empat alasan yang membuat trading  menjamur di Kota Angin.

Alasan pertama adalah mudahnya akses teknologi di masa saat ini. Berbeda dengan beberapa tahun silam, saat ini, kegiatan trading dan bermain saham bisa dilakukan hanya dengan smartphone. “Aksesnya sangat mudah. Semua bisa dilakukan hanya di smartphone,” ujarnya.

Selain akses teknologi, setoran awal yang murah juga bisa menjadi alasan mengapa banyak trader bermunculan. “Satu lot saham itu ada yang harganya di bawah Rp 100 ribu,” tambahnya.

Ketiga adalah perasaan FOMO. Yaitu perasaan cemas ketika seseorang tidak mengikuti apa yang sedang tren. Menurut Indri, untuk saat ini, banyak masyarakat yang menjadi trader karena hanya ikut-ikutan. “Perasaan FOMO itu juga diperkuat dengan banyaknya influencer di dunia trading dan saham,” imbuhnya sembari mengatakan alasan yang terakhir adalah mindset ingin cepat kaya.

Namun Indri mewanti-wanti kepada masyarakat yang ingin terjun ke dunia trading dan jual beli saham untuk berhati-hati. Karena bukan tidak mungkin mereka dapat merugi di kemudian hari. Oleh karena itu, menurut Indri, ada dua hal yang wajib dilakukan oleh semua trader.

Pertama adalah pengetahuan dasar tentang dunia trading dan jual beli saham. Salah satu pengetahuan dasar yang dimaksud yaitu tentang manajemen risiko. Sedangkan, yang kedua yaitu para trader diwanti-wanti untuk menggunakan uang dingin. Uang dingin yang dimaksud adalah uang di luar kebutuhan primer. “Jangan gunakan uang kebutuhan sehari-hari untuk trading. Karena jika sudah loss, maka resikonya sangat besar,” tegasnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #Trading