NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Aska Muhammad Hafizan, 17, siswa SMK swasta asal Desa Jambi, Kecamatan Baron meninggal dunia. Korban berhasil ditemukan tak bernyawa di Sungai Widas yang masuk ke Desa Mabung, Kecamatan Baron pada Sabtu sore (27/12).
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan, di hari kedua pencarian, korban berhasil ditemukan. “Korban berhasil ditemukan oleh warga di Desa Mabung, Kecamatan Baron,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Sutomo menjelaskan, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB. Adalah warga sekitar yang pertama kali menemukan korban. Pada waktu itu, sekitar tiga warga setempat hendak berangkat ke sawah. Hingga mereka menemukan sebuah benda yang sedang mengapung di tepi sungai. Saat didekati, ternyata jenazah Aska.
Warga langsung melaporkan kejadian itu ke petugas pencari. Selang beberapa menit, petugas tiba di lokasi penemuan. Saat diidentifikasi, diketahui jenazah yang mengapung tersebut adalah Aska. “Alhamdullilah korban berhasil ditemukan. Operasi pencarian telah resmi kami tutup,” tambahnya.
Lebih lanjut, menurut Sutomo, korban ditemukan cukup jauh dari lokasi kejadian. Jaraknya sekitar 4,1 kilometer (km). Diketahui, saat korban tercebur, kondisi arus sungai sedang deras. “Ditambah pada malam harinya ada hujan yang mengguyur di sepanjang aliran Sungai Widas,” tambahnya sembari memastikan korban meninggal karena tenggelam.
Perlu diketahui, pada Jumat (26/12), Aska berenang bersama empat temannya. Mereka berenang di aliran Sungai Widas yang ada di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang.
Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Awalnya, kelima remaja itu sedang asyik bermain di tepi sungai. Hingga kelima remaja itu memiliki inisiatif untuk berenang ke tengah aliran sungai. Tak disangka, dari kelima remaja itu, Aska menjadi satu-satunya yang tidak bisa berenang. Hal itu menjadi petaka. Karena Aska akhirnya hanyut.
Keempat temannya itu sudah mencoba menolong. Namun, hasilnya nihil. Aska tak bisa diselamatkan. Beberapa menit berselang, keempat remaja itu lalu meminta pertolongan ke warga sekitar. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi