Pakai Kursi Roda, Okta Nilasari Hadiri Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Nganjuk
Karen Wibi• Rabu, 31 Desember 2025 | 13:46 WIB
TETAP SEMANGAT: Okta Nilasari duduk di kursi roda mengikuti pelantikan PPPK paruh waktu.
Perjuangan Okta Nilasari Menjadi Abdi Negara
Penantian panjang Okta Nilasari untuk menjadi PPPK paruh waktu akhirnya usai. Kemarin (30/12) dirinya menjadi salah satu tenaga honorer yang dilantik jadi PPPK paruh waktu. Padahal, di waktu yang bersamaan, Okta sedang menderita sakit stroke.
PELANTIKAN pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk berlangsung meriah. Sebanyak 2.245 tenaga honorer dilantik di Alun-Alun Nganjuk pagi kemarin (30/12).
Sedari pukul 06.00 WIB, mereka sudah berada di Alun-Alun Nganjuk. Menunggu untuk dilantik langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Selang beberapa menit kemudian, penyerahan surat keputusan (SK) dan pelantikan dimulai.
Marhaen memberikan SK kepada 10 perwakilan PPPK paruh waktu. Pasca diserahkan, ribuan tenaga honorer bersorak kegirangan. Mereka akhirnya dilantik menjadi PPPK paruh waktu. Sebuah penantian panjang yang akhirnya telah usai.
Di balik hingar bingar pelantikan, ada seorang perempuan yang tidak ikut bersorak. Bukan karena tidak ikut merayakan pelantikan, namun rasa syukurnya diganti dengan ucapan doa yang diulang-ulang. “Alhamdulillah saya akhirnya dilantik,” ujar perempuan bernama Okta Nilasari.
Okta sendiri termasuk ke dalam 2.245 tenaga honorer yang dilantik. Pagi itu dirinya datang seperti seluruh peserta lain. Namun Okta tidak masuk ke dalam barisan peserta pelantikan. Bukan karena Okta dibedakan, melainkan karena pagi itu dirinya sedang sakit. Sejak beberapa bulan lalu, Okta mengalami sakit stroke pada kaki dan tangan kirinya.
Namun sakit strokenya itu tak membuat semangat Okta pudar. Sebaliknya, menurut Okta, dirinya sangat semangat mengikuti pelantikan. Dia diantarkan oleh sang suami menuju ke Alun-Alun Nganjuk dengan menggunakan kursi roda.
Dia lalu mengikuti pelantikan di bawah pohon beringin yang lokasinya di sisi Barat Alun-Alun Nganjuk. “Saya bahkan sudah sakit sejak ikut tes di Kota Surabaya,” terang perempuan yang berasal dari Desa/Kecamatan Loceret itu.
Meski sakit, kata Okta, pelantikan PPPK paruh waktu adalah momen yang tidak bisa ditinggal. Bagaimana tidak, Okta sudah menuggu menjadi PPPK paruh waktu sejak puluhan tahun lalu.
Jika tidak salah mengingat, Okta sudah menjadi tenaga honorer sejak tahun 1997 lalu. Artinya Okta sudah menjadi tenaga honorer selama 28 tahun. Selama itu Okta menjadi petugas tata usaha (TU) di SMPN 1 Loceret.
Kini dirinya sudah resmi dilantik jadi PPPK paruh waktu. Pasca dilantik, Okta berjanji untuk bekerja lebih keras lagi. Namun meski sedang sakit stroke, dirinya berjanji masih tetap akan memberikan yang terbaik untuk instansi tempatnya bekerja. “Saya juga berdoa semoga dapat segera sehat seperti semula,” tandasnya. (wib/tyo)