MUSIM libur natal dan tahun baru (nataru) selalu jadi momen krusial bagi Korps Bhayangkara di Kota Angin. Karena selalu ada kejadian tak terduga yang harus diatasi dengan segera. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, kendaraan mogok, dan masih banyak yang lainnya.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Nganjuk, Iptu Jarwanto, mengatakan selama Operasi Lilin pihaknya tidak menggelar razia kendaraan di jalan. Polisi lebih mengedepankan kehadiran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Operasi Lilin ini tidak melakukan razia di jalan. Istilahnya operasi kemanusiaan, fokus pada pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jarwanto.
Meski demikian, polisi tetap melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Termasuk aksi balap liar yang masih menjadi atensi utama kepolisian. “Kalau potensi laka tetap kami tindak. Balap liar juga masih menjadi atensi,” tegasnya.
Sebagai bentuk pelayanan langsung, Satlantas Polres Nganjuk menyiagakan bengkel keliling dan layanan derek 24 jam. Masyarakat yang mengalami kendala di perjalanan dapat menghubungi layanan darurat 110, dan petugas akan segera menuju lokasi.
Dalam sehari, rata-rata terdapat satu laporan kendaraan mogok yang ditangani petugas. Jalur Wilangan hingga Kertosono menjadi wilayah yang paling sering menerima laporan, mengingat jarak tempuhnya cukup panjang. “Kebanyakan motor yang mogok. Kalau mobil umumnya kami derek karena alat kami belum mumpuni,” tambah Jarwanto.
Selain itu, pengawasan arus lalu lintas juga dilakukan secara intensif melalui kamera pengawas di pos pelayanan. CCTV dipantau selama 24 jam untuk mendeteksi kepadatan maupun kemacetan.
Satlantas Polres Nganjuk juga menyiagakan tim urai kemacetan. Setiap hari, sebanyak 10 personel disiapkan untuk merespons cepat jika terjadi penumpukan kendaraan, terutama saat puncak aktivitas masyarakat. “Kami siapkan 10 orang dari tim urai setiap hari untuk antisipasi kemacetan,” pungkasnya. (nov/wib)
Editor : Miko