Rubinah, Lanjut Usia (Lansia) Kedungombo yang Rumahnya Roboh
Rubinah, lansia asal Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom berduka. Minggu (4/1) rumahnya roboh hingga rata dengan tanah. Penyebabnya karena rumah yang sudah lapuk termakan usia.
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
Usia Rubinah sudah 70 tahun. Lansia asal Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom ini harus bersedih. Rumahnya ambruk. Kejadian nahas itu terjadi pada Minggu malam (4/1) lalu. “Rumah saya satu-satunya ambruk. Rata dengan tanah,” ujar Rubinah saat ditemui di rumahnya (7/1).
Kejadian mengerikan itu terjadi pada Minggu malam. Sebelumnya, sejak sore hari, hujan deras mengguyur di Desa Kedungombo dan sekitarnya. Hujan deras tersebut berlanjut hingga malam hari. Hingga pukul 21.00 WIB, Rubinah yang tinggal bersama empat cucu, dua anak, dan satu keponakan itu tidur.
Tak disangka, tiga puluh menit berselang, terdengar suara mencurigakan yang terdengar dari atap. “Suaranya krekkk…krekkk…krekkk…,” ujar Rubinah menirukan suara yang didengarnya sebelum kejadian rumah ambruk.
Karena curiga, Rubinah menyuruh dua anaknya untuk mengecek. Tak disangka suara itu berasal dari rangka atap rumah yang hendak ambruk. Setelah melihat itu, Rubinah bersama tujuh anggota keluarga langsung menyelamatkan diri.
Rubinah bersama empat cucunya langsung keluar rumah. Sedangkan dua anak dan satu keponakan langsung menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah.
Hingga tiba-tiba. “Bruakkk…”, atap rumah milik Rubinah ambruk. Atap rumah tersebut langsung menimpa barang-barang yang belum terselamatkan. Kini rumah tersebut rata dengan tanah. “Alhamdulillah tidak ada yang jadi korban. Semuanya sudah di luar rumah,” tambahnya.
Tentu kejadian itu membuat Rubinah dan seluruh anggota keluarga sedih. Karena kini dirinya tak lagi bisa berkegiatan seperti biasanya. Bahkan, untuk tidur, Rubinah harus mengungsi ke rumah tetangga.
Beruntung, ada dua tetangga yang mau menampung Rubinah bersama tujuh anggota keluarga yang lain. Kini, sembari melakukan perbaikan rumah, mereka terus mengungsi di rumah milik tetangga. “Semoga ada bantuan dari pemerintah agar rumah saya diperbaiki. Kasihan cucu-cucu saya yang harus mengungsi,” pungkasnya. (tyo)
Editor : Karen Wibi