Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Petugas Damkar di Nganjuk: Padamkan Api, Tangkap Ular, hingga Ambil Rapor

Novanda Nirwana • Senin, 12 Januari 2026 | 11:43 WIB

AMBIL RAPOR: Petugas Damkarmat Nganjuk membantu siswa mengambil rapor di sekolah karena ayahnya berhalangan hadir.
AMBIL RAPOR: Petugas Damkarmat Nganjuk membantu siswa mengambil rapor di sekolah karena ayahnya berhalangan hadir.

Damkarmat Nganjuk Jadi Pahlawan Kota Angin  

DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk tak hanya memiliki tugas untuk memadamkan kebakaran. Ada banyak tugas lain yang sebenarnya di luar tupoksi. Salah satunya adalah mengambilkan rapor siswa di sekolah.

Memadamkan kebakaran? Bisa! Mengevakuasi hewan berbahaya? Bisa! Mengambil rapor anak di sekolah? Tentu bisa! Itulah gambaran pekerjaan yang dilakukan oleh petugas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Mereka tidak hanya mengerjakan pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari mengatakan, di mata masyarakat awam, damkar sering dipersepsikan hanya sebatas menangani kebakaran. Padahal, secara fungsi, damkar juga memiliki tugas penyelamatan yang cakupannya cukup luas.

“Damkar mungkin orang awam melihatnya hanya sebatas penanganan kebakaran. Tapi sebetulnya tidak. Karena ada fungsi penyelamatan, kami bisa membantu masyarakat di luar kebakaran,” ujar Imam.

Dia menjelaskan, laporan yang masuk beragam. Mulai dari evakuasi sarang tawon, ular, hingga berbagai jenis hewan lainnya. Bahkan, petugas damkar juga sering diminta membantu evakuasi cincin yang tersangkut di jari warga. “Bermacam-macam. Evakuasi tawon, ular, binatang lain, sampai evakuasi cincin juga banyak,” ungkapnya.

Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit laporan yang sejatinya bukan menjadi tupoksi damkar. Meski demikian, petugas tetap turun tangan demi membantu masyarakat. “Banyak juga yang sebenarnya bukan tupoksi damkar, tapi tetap harus kami laksanakan,” katanya.

Imam mencontohkan, baru-baru ini pihaknya menerima laporan di sebuah swalayan di Kelurahan Warujayeng. Ada tangan seorang anak kecil terjepit pintu kaca. Warga pun langsung menghubungi damkar untuk meminta pertolongan. “Nomor kami sudah tersebar di masyarakat. Mereka tahu teman-teman damkar itu bergerak cepat, tanpa prosedur berbelit dan tanpa imbalan,” imbuhnya.

Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran damkar. Ia pun kerap memberikan semangat kepada para petugas di pos jaga agar selalu siap membantu siapa pun yang membutuhkan. “Saya selalu mendorong teman-teman, apa pun keluhan masyarakat harus siap bantu. Dan tolong jangan mengharapkan imbalan,” tegasnya. (nov/wib)

 

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #Damkarmat Kabupaten Nganjuk