PETUGAS di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk memang patut diacungi jempol. Mereka tidak hanya menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kebakaran. Namun juga masalah yagn berhubungan dengan pernikahan.
Loh kok bisa? Jadi beberapa waktu lalu, ada sebuah laporan tentang perselisihan pernikahan. Alih-alih menyelesaikan di pengadilan agama, pelapor itu malah meminta pertolongan ke petugas damkarmat.
“Mereka maunya yang menyelesaikan damkar. Karena tingkat kepercayaan masyarakat Nganjuk terhadap rekan-rekan damkar ini sangat kuat,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Tak hanya itu, petugas di damkarmat juga pernah mendapat tugas untuk mengambil rapor. Peristiwa tersebut terjadi pada 28 Desember lalu. Saat itu, call center Damkarmat Nganjuk menerima permintaan bantuan dari seorang ibu yang bekerja dan tidak dapat mengambil rapor anaknya.
Dalam surat edaran sekolah, tercantum gerakan ayah mengambil rapor, sementara ayah siswa tersebut telah meninggal dunia. Ibu tersebut akhirnya meminta bantuan damkar untuk mengambil rapor anaknya di SDN 1 Kwagean, Kecamatan Loceret.
Laporan itu kemudian dibagikan ke grup internal damkar. Salah satu anggota Pos Damkar Bantu Rejoso, Fendika Mei, 37, melihat pesan tersebut. Ia sempat menanyakan apakah sudah ada rekan yang bersedia membantu. Namun karena sebagian besar anggota sedang bertugas, belum ada yang bisa memenuhi permintaan itu. “Karena belum ada yang bisa, akhirnya saya yang membantu,” ujar Fendika. (nov/wib)
Editor : Karen Wibi