SUPERMANIA - Sebutan supporter Persenga Nganjuk - tidak puas 100 persen saat menyaksikan Persenga Nganjuk saat tampil di Stadion Anjuk Ladang selama seminggu terakhir.
Bukan karena permainan Persenga buruk, melainkan karena Stadion Anjuk Ladang yang masih dianggap kurang layak.
Kritikan itu bahkan diberikan langsung kepada Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro yang datang menyaksikan pertandingan.
Di akhir laga, para Supermania sisi Utara menyanyikan lagi bernada sindirian. Dengan lirik “Tiket limolas ewu, ga oleh kursi, lingguh lesehan,”.
Adi Pangestu, 33, warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk menjadi salah satu supporter yang juga memberikan kritik kepada pemerintah daerah. Dia menilai kondisi Stadion Anjuk Ladang saat ini jauh dari kata layak.
Salah satunya dari tribun yang hanya ada di sisi timur dan barat stadion. “Pendukung Persenga itu sangat banyak. Tapi tribunnya hanya muat untuk beberapa orang saja,” ujarnya.
Sedangkan dari pantauan wartawan koran ini, tribun yang ada di Stadion Anjuk Ladang hanya berada di sebelah barat dan timur.
Keduanya hanya muat untuk sekitar 1.000 orang. Sedangkan, para Rabu kemarin (7/1), jumlah penonton di stadion lebih dari 2.000 orang.
Akibatnya, banyak penonton yang harus menyaksikan pertandingan di tempat seadanya. Ada yang berdiri di pagar, duduk di atap bangunan, hingga duduk-duduk di sekitar pepohonan yang ada di stadion.
Hal itu tentu membuat pra supporter tak nyaman. Karena itu juga para supporter meminta ada perbaikan yang dilakukan oleh Pemkab Nganjuk.
Salah satunya dengan menambah tribun di stadion. “Semoga ada penambahan tribun. Masak saya bayar Rp 15 ribu tapi tidak ada tempat duduk,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengungkapkan permintaan maafnya kepada para suporter. Dia mengatakan Pemkab Nganjuk terus berbenah untuk melakukan perbaikan pada stadion.
Bahkan, di tahun ini, Pemkab Nganjuk berencana untuk melakukan perbaikan pada lapangan sepak bola. “Harap bersabar, satu per satu akan kami perbaiki,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Miko