MULUS: Bupati Marhaen Djumadi mengendarai motor di Jalan Tegalabe yang telah dicor.
Melihat Kondisi Jalan di Dusun Tegalabe, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen yang Viral
Sebanyak enam siswa dari Dusun Tegalabe, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen dulu sempat harus bersusah payah untuk berangkat ke sekolah. Alasannya karena mereka harus berjalan di lumpur.. Beruntung, saat ini, akses dari Dusun Tegalabe ke SDN 3 Perning sudah bagus.
KAREN WIBI-NGANJUK,JP Radar Nganjuk
MUSIM penghujan menjadi musim paling menakutkan bagi siswa yang berasal dari Dusun Tegalabe, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen. Karena dipastikan mereka akan kesusahan hanya untuk berangkat ke sekolah yang lokasinya ada di Desa Perning.
Bukan hanya karena lokasinya yang jauh, yaitu 6 Kilometer (Km). Melainkan juga karena akses menuju ke sekolah yang sangat sulit. Bagaimana tidak, sepanjang 6 Km, total enam murid harus melewati jalan yang berlumpur. Tidak hanya itu, mereka juga harus melewati hutan. Tidak ada satupun rumah di sepanjang jalan.
Bahkan, untuk ingin berangkat ke sekolah, mereka harus bangun sangat awal. Rizky Putra Pratama, salah satu murid dari SDN 3 Perning pernah menceritakan, untuk berangkat ke sekolah, dirinya harus bangun pukul 04.00 WIB setiap harinya. Satu jam selanjutnya akan digunakan untuk siap-siap berangkat sekolah. Sedangkan satu jam selanjutnya akan digunakan untuk berangkat ke sekolah.
Ya, benar, perjalanan untuk sekolah memerlukan waktu sekitar satu jam. Meski jaraknya hanya 6 Km, mereka harus berangkat dengan berjalan kaki. Alasannya karena jalan menuju ke sekolah yang berlumpur. “Dulu anak-anak sering terlambat jika harus ke sekolah,” ujar Kepala SDN Perning 3 Suryanto kepada wartawan koran ini.
Beruntung kondisi itu kini berubah. Itu setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melakukan perbaikan pada jalan di sepanjang Dusun Tegalabe ke SDN 3 Perning. Perbaikan itu baru saja rampung pekan lalu.
Suryanto mengaku sangat bersyukur dengan kondisi tersebut. Karena akhirnya akses dari dan menuju Dusun Tegalabe menjadi mudah. Hal itu juga yang akhirnya membuat perjalanan keenam siswa bernama Sifa Deviana, Erli Suhana, Rizky Putra Pratama, Zaky Almair Zamil, Muhammad Rizky Maulana, dan Rendy itu menjadi aman.
Sebagai informasi tambahan, setelah sempat diberitakan Jawa Pos Radar Nganjuk, Pemkab Nganjuk langsung melakukan perbaikan pada jalan di Dusun Tegalabe. Jalan di sepanjang Dusun Tegalabe itu kini dibangun menggunakan rigid beton. Meski belum sepenuhnya dicor beton, dalam waktu dekat, Pemkab Nganjuk masih akan terus melakukan perbaikan lanjutan. (tyo)