Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Proyek Fisik Terganjal DD Anjlok

Karen Wibi • Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:40 WIB

Desa Harus Efisiensi Besar-besaran Tahun Ini
Desa Harus Efisiensi Besar-besaran Tahun Ini

Desa Harus Efisiensi Besar-besaran Tahun Ini 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Anjloknya Dana Desa (DD) di Kabupaten Nganjuk membawa dampak yang sangat signifikan. Terutama dari sisi pembangunan infrastruktur atau proyek fisik di desa. Bahkan, di tahun ini, banyak desa yang tidak bisa melakukan pembangunan infrastruktur.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Nganjuk Dedy Nawan. Dia mengatakan, akibat penurunan DD, pihak desa jadi tidak bisa melakukan pembangunan infrastruktur. “Kemungkinan besar pemerintah desa tidak bisa melakukan pembangunan fisik di tahun ini karena berkurangnya dana desa,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Dedy menjelaskan, di tahun ini, pengurangan DD sangat besar. Mencapai sekitar 80 persen dari jumlah total di tahun lalu. Padahal, di waktu yang bersamaan, pemerintah pusat tetap menuntut program strategis nasional tetap berjalan di tingkat desa.

Program strategis nasional yang dimaksud seperti penanganan kemiskinan ekstrem; ketahanan pangan dan iklim; pencegahan stunting; hingga pengembangan ekonomi lokal.

“Program-program tersebut harus tetap berjalan meski dana desa dipotong,” tambahnya.

Dengan kondisi itu, mau tidak mau, harus ada program yang dikorbankan. Beberapa desa memiliki pilihan masing-masing tentang program yang dikorbankan. Sedangkan mayoritas, menurut Dedy, program pembangunan infrastruktur jadi yang paling banyak dikorbankan. “Di desa saya, yaitu di Desa Gejagan, pembangunan fisik akan dihentikan untuk sementara waktu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk Sopingi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, akibat efisiensi DD, pembangunan di desa menjadi terhambat. “Pembangunan jadi terhambat akibat adanya efisiensi DD,” ujarnya.

Sebagai gantinya, kata Sopingi, pembangunan dapat diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Namun pembangunan yang dilakukan oleh pemkab akan terbatas. Hanya beberapa proyek yang dianggap penting. “Pemkab Nganjuk tetap akan memberikan bantuan. Namun tidak bisa menyeluruh di seluruh desa,” tambahnya.

Perlu diketahui, di tahun ini, ada pengurangan pada DD di Kabupaten Nganjuk. Nilainya sangat besar. Di tahun lalu anggaran untuk DD mencapai Rp 266,06 miliar. Sedangkan di tahun ini jumlahnya hanya Rp 88,51 miliar. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#dana desa #nganjuk #efisiensi