Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Jasa Suruhan di Nganjuk: Ambil Peluang Warga yang Tak Mau Ribet

Novanda Nirwana • Senin, 19 Januari 2026 | 18:35 WIB

jasa antar
jasa antar

JASA suruhan yang berkembang di Kabupaten Nganjuk tidak hanya berkutat pada layanan antar makanan, barang, atau antar-jemput orang. Di balik itu, muncul cerita-cerita unik dari permintaan pelanggan yang di luar kebiasaan.

Rizki mengaku kerap menerima permintaan tak lazim. Salah satunya diminta membuntuti pasangan pelanggan. “Paling sering itu disuruh mantau pacar. Istilahnya jadi intel,” ujar pria berusia 30 tahun itu.

Biasanya, Rizki diminta mengamati keberadaan seseorang di kos-kosan atau lokasi tertentu. Tujuannya untuk memastikan apakah pasangan pelanggan benar-benar berada di tempat yang diklaim atau bersama orang lain. “Biasanya perempuan yang pesan. ‘Mas, liatno pacarku,’ begitu,” katanya.

Untuk jasa semacam itu, tarif tidak dipatok secara tetap. Harga ditentukan berdasarkan kesepakatan di awal. Pelanggan juga masih bisa bernegosiasi sebelum pekerjaan dilakukan.

Selain diminta menjadi “intel”, Rizki juga pernah menerima permintaan menagih utang. Dalam salah satu kasus, pelanggan bahkan memintanya tampil garang agar pihak yang ditagih merasa segan. “Disuruh macak hitam-hitam biar kelihatan sangar, kata pelanggan,” ujarnya.

Permintaan tersebut ia penuhi. Hasilnya, utang yang dimaksud berhasil ditagih. “Alhamdulillah berhasil,” ucapnya singkat.

Namun, tidak semua permintaan diterima. Rizki mengaku menolak jasa yang masuk ke ranah personal atau berpotensi menimbulkan masalah. Pernah ada pelanggan yang memintanya menemani ke acara kondangan atau sekadar menemani ngopi. “Kalau sudah ke arah begitu, saya tolak. Saya sudah menikah,” tegasnya.

Menurut Rizki, prinsip menjadi batas penting dalam menjalankan jasa suruhan. Selama permintaan masih wajar, tidak melanggar hukum, dan disepakati sejak awal, dia bersedia melayani. Namun, jika berpotensi menimbulkan konflik atau persoalan pribadi, dia memilih menolak. (nov/wib)

Editor : Karen Wibi
#Jasa #nganjuk #tidak ribet