NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Perjalanan kereta api di Kabupaten Nganjuk mengalami masalah. Penyebabnya banjir yang terjadi di Kota Semarang dan Jakarta. Bahkan, akibat banjir tersebut, empat perjalanan kereta api harus terpaksa dibatalkan. Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, akibat banjir yang terjadi pada Minggu (18/1), empat perjalanan kereta harus dibatalkan.
Kereta api pertama yang terdampak banjir adalah KA 151 Brantas jurusan Blitar-Pasarsenen. Lalu, KA 152 Brantas dengan jurusan Pasarsenen-Blitar. Kemudian, kereta yang terdampak adalah KA 269 Matarmaja jurusan Malang-Pasarsenen. Sedangkan, kereta terakhir adalah KA 270 Matarmaja jurusan Pasarsenen-Malang.
Selain empat kereta yang batal, PT KAI juga mencatat beberapa jadwal keberangkatan dan kedatangan yang terlambat. Yakni KA Matarmaja jurusan Pasarsenen-Malang, KA Brantas jurusan Pasarsenen-Blitar, KA Brawijaya jurusan Gambir-Malang, dan terakhir KA Majapahit jurusan Pasarsenen-Malang.
Lama keterlambatan yang disebabkan akibat banjir juga bervariasi. Seperti KA Matarmaja yang mengalami keterlambatan hingga 648 menit. Lalu KA Brantas terlambat 678 menit; KA Brawijaya terlambat 622 menit; terakhir KA Majapahit terlambat 499 menit. “PT KAI terus berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Hari ini (kemarin, Red) perjalanan kereta sudah kembali berangsur normal,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Tohari, PT KAI juga memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak. Yaitu, memberikan ganti rugi kepada pelanggan yang terdampak. “Sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada pelanggan, PT KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi