WADUK Sumberkepuh di Kecamatan Lengkong menjadi salah satu spot favorit bagi pemancing di Kabupaten Nganjuk. Pemancing yang datang juga tidak hanya berasal dari Kecamatan Lengkong atau Kabupaten Nganjuk. Melainkan, pemancing luar daerah juga berdatangan.
Ramainya pemancing yang datang ke waduk juga bukan tanpa alasan. Di waktu tersebut, kata beberapa pemancing, jumlah ikannya sangat berlimpah. “Padahal kemarau itu sering tidak ada air. Tiba-tiba saja pas airnya penuh, ikannya juga kembali banyak,” ujar Sutanto, 50, warga Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong kepada wartawan koran ini.
Ikan yang ada di waduk juga sangat bervariasi. Mulai dari ikan nila, mujaer, wader, tawes, toman, dan masih banyak yang lainnya. Ukurannya juga sangat bervariasi. Terbesar ada yang mencapai 1 kilogram (kg).
Mayoritas pemancing itu datang pada pagi hingga sore hari. Di pagi hari, mereka biasa tiba sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka biasa mancing hingga sore bahkan malam hari.
Namun, ada yang unik dari cara memancing di Waduk Sumberkepuh. Yaitu pemancing yang harus mau ke tengah waduk. Paling tidak mereka harus mau nyebur sekitar 10 hingga 15 meter dari tepi waduk. Dari lokasi tersebut para pemancing baru bisa memancing. “Harus nyebur kalau mau dapat ikan besar,” tambahnya.
Mereka biasa berdiri berjam-jam di waduk. Menurut Sutanto, kegiatan tersebut sangat melelahkan. Namun karena ingin mendapat ikan, kegiatan tersebut tetap dilakukan.“Nanti dua jam sekali harus naik ke atas. Kalau tidak badannya jadi kaku,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Miko