Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tarik Perhatian Gen Z dengan Bikin Konten Lucu di Media Sosial

Novanda Nirwana • Senin, 26 Januari 2026 | 13:59 WIB

Live tiktok dilakukan untuk sosialisasi.
Live tiktok dilakukan untuk sosialisasi.

Melihat Kreativitas KUA untuk Layani Masyarakat di Kabupaten Nganjuk  

Ada sebuah fenomena unik yang terjadi di beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Indonesia. Yaitu KUA yang melakukan promosi layanan di media sosial. Promosi itu dikemas dengan cara yang unik dan lucu. Dengan tujuan agar informasi dapat diterima dengan mudah oleh gen Z.

BANYAK Kantor Urusan Agama (KUA) kini sedang berlomba-lomba untuk membuat konten di media sosial. Kontennya dibuat seunik dan selucu mungkin. Tujuannya satu, yaitu untuk menggaet calon pengantin dari gen Z.  Strategi ini dilakukan untuk menyesuaikan pola komunikasi publik, khususnya menyasar generasi muda yang semakin akrab dengan platform digital.

Salah satu KUA yang aktif memanfaatkan media sosial adalah KUA Kecamatan Rejoso. Melalui konten video pendek hingga siaran langsung, KUA Rejoso menghadirkan informasi seputar pernikahan, layanan keagamaan, hingga edukasi hukum keluarga dengan gaya yang lebih ringan dan kekinian.

Penyuluh KUA Rejoso, Adillah Amiril Adawy, 23, mengatakan ide pembuatan konten berangkat dari keinginannya menghadirkan wajah KUA yang lebih dekat dengan generasi Z. Sebagai bagian dari kelompok usia tersebut, ia menilai pendekatan konvensional sudah kurang efektif.

“Saya sendiri masih gen Z, jadi saya berpikir bagaimana membuat konten yang menarik untuk sosial medianya,” ujarnya.

Abdi mengaku terinspirasi dari konten serupa yang dibuat KUA di daerah lain. Konten hiburan ringan kemudian dipadukan dengan pesan informatif agar mudah diterima masyarakat.

“Saya lihat KUA lain itu pada bikin konten lucu-lucuan, akhirnya saya coba. Saya lihat di beberapa konten menggunakan artis terkenal, terus ada kutipan-kutipan juga. Akhirnya saya juga cari artis yang kira-kira terkenal, saya edit juga pakai AI,” jelasnya.

Sementara itu, Penghulu KUA Rejoso, Amron Nusri, 32, menambahkan bahwa selain konten video, pihaknya juga rutin menggelar siaran langsung untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Selain bikin konten juga live. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang random juga, tapi kadang juga ada yang bertanya serius,” katanya.

pernikahan
pernikahan

Menu­rut Amron, media sosial menjadi kanal penting untuk men­de­katkan layanan KUA kepada generasi Z yang cenderung mencari informasi secara daring sebelum datang langsung ke kantor.

“Karena pikiran saya gen Z itu lebih sering mencari informasi melalui sosial media daripada tanya langsung ke kantor. Jadi bagaimana kita mendekatkan ke gen Z saja,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, jumlah penonton siaran langsung relatif stabil di kisaran 80 orang, bahkan beberapa kali mencapai ratusan. Penontonnya pun tidak hanya berasal dari Nganjuk. “Biasanya sekali live itu stabilnya 80-an orang, kadang sampai ratusan. Kebanyakan yang lihat malah luar Nganjuk, tapi ada juga beberapa dari Nganjuk, bahkan ada yang sampai luar negeri juga. Ada juga yang tanya-tanya di DM,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amron menegaskan bahwa tren marketing digital KUA juga diarahkan untuk tujuan edukasi sosial. Salah satunya menekan praktik perni­kahan siri di ma­syarakat. “Selain itu juga kami mau mengurangi tren nikah siri,” pungkasnya. (nov/wib)

Editor : Miko
#live KUA di media sosial #edukasi pernikahan digital #strategi KUA tarik Gen Z #KUA Rejoso Nganjuk #layanan pernikahan #peran KUA di era digital #Gen Z #KUA Nganjuk