NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Nganjuk belum 100 persen. Hingga kemarin (25/1) masih ada 85 desa/kelurahan yang belum mulai proses pembangunan KMP. "Di Nganjuk, KMP yang sudah proses pembangunan ada 199 KMP," ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
Rencana Kabupaten Nganjuk memiliki 284 KMP. Karena jumlah desa/kelurahan di Nganjuk ada 284. Sama dengan jumlah KMP di Kota Angin.
Meski baru 199 KMP yang masih dalam proses pembangunan tetapi jumlah tersebut lebih banyak dibanding dengan jumlah sebelumnya.
Karena sekitar satu minggu yang lalu, baru 171 KMP yang mulai proses pembangunan. Artinya, ada penambahan 28 KMP yang mulai dibangun.
Menurut Marhaen, jumlah pembangunan KMP di desa dan kelurahan di Nganjuk akan terus bertambah. Karena hingga saat ini masih ada 85 desa dan kelurahan yang belum menentukan titik lokasi pembangunan KMP.
Alasannya masih sama. Yakni banyak desa dan kelurahan yang tidak memiliki luas lahan hingga 1.000 meter persegi. Selain itu, ada desa dan kelurahan yang memiliki lahan seluas 1.000 meter persegi. Namun sayangnya lokasi lahan tersebut tidak berada di tepi jalan raya. “Ada desa yang memiliki lahan namun terpisah-pisah. Jadi tidak ada yang genap 1.000 meter persegi,” tambahnya.
Menurut Marhaen, masalah tersebut akan diselesaikan dalam waktu dekat. Hingga kini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Harapannya ada titik tengah terkait permasalahan pemilihan lahan untuk KMP.
Sementara itu, di sisi lain, banyak KMP di desa dan kelurahan di Nganjuk yang nyaris rampung. Salah satunya seperti yang ada di Kelurahan/Kecamatan Sukomoro. Menurut Marhaen, dalam beberapa minggu ke depan, KMP di kelurahan tersebut sudah rampung.
Setelah rampung, proses pengisian gerai akan segera dilakukan. Rencannaya pengisian gerai tersebut akan ditarget rampung antara bulan Maret hingga April. Karena sesuai rencana, akan ada peresmian KMP secara serentak pada akhir April hingga awal Mei mendatang. (wib/tyo)
Editor : Miko