Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Ular Sanca Gegerkan Warga Kedungsuko

Novanda Nirwana • Senin, 2 Februari 2026 | 11:42 WIB

Ular bikin warga Kedungsuko, Sukomoro ketakutan. Hal itu terjadi saat seekor ular sanca kembang dengan panjang sekitar tiga meter masuk kandang pada Minggu (1/2).
Ular bikin warga Kedungsuko, Sukomoro ketakutan. Hal itu terjadi saat seekor ular sanca kembang dengan panjang sekitar tiga meter masuk kandang pada Minggu (1/2).

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Ular bikin warga Kedungsuko, Sukomoro ketakutan. Hal itu terjadi saat seekor ular sanca kembang dengan panjang sekitar tiga meter masuk kandang pada Minggu (1/2). Reptil dengan berat mencapai lima kilogram itu ditemukan melingkar di atap kandang kambing milik Ahmad Nur Dimyati, 42, warga setempat. Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 00.09 WIB. Ahmad  sontak panik setelah melihat ular berada di atas kandang ternaknya. Situasi makin mencekam karena ular tersebut sempat melilit ayam jago miliknya.

Tak ingin mengambil risiko, Ahmad langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk untuk meminta bantuan evakuasi.

Petugas Damkar yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi. Tim siaga 1 Mako Damkar dikerahkan untuk menangani evakuasi reptil berbahaya tersebut.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Posisi ular yang berada di atap kandang kambing membuat petugas harus ekstra hati-hati. Selain medan yang sempit, ular juga sempat bersembunyi di antara rangka atap kandang. “Petugas sempat mengalami kesulitan karena posisi ular berada di atap kandang kambing. Ruang gerak terbatas, sehingga proses penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari mengatakan, ukuran ular yang cukup besar juga menjadi tantangan tersendiri. Ular sanca kembang tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter dengan berat mencapai lima kilogram. “Informasi awal dari pemilik kandang, ular itu terlihat melilit ayam jago. Hal itu yang membuat pemilik dan warga sekitar khawatir ular akan membahayakan,” jelasnya.

Dengan peralatan evakuasi standar dan teknik penanganan reptil, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa. Usai dievakuasi, ular tersebut dibawa oleh petugas. 

Imam mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di lingkungan permukiman yang berdekatan dengan area persawahan atau lahan terbuka. Ia juga menegaskan agar warga tidak mencoba menangani sendiri apabila menemukan ular atau hewan liar berbahaya. “Jika menemukan hewan liar seperti ular, segera laporkan ke Damkar. Jangan mencoba menangkap sendiri karena berbahaya,” ingatnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#Damkarmat #evakuasi ular #nganjuk