ADA-ada saja kelakuan Boscu asal Kecamatan Nganjuk ini. Dirinya nekat menggadaikan dua sepeda motor milik temannya. Alasan Boscu melakukan hal itu juga bikin geleng-geleng kepala. Yakni, uang hasil menggadaikan sepeda motor itu digunakan untuk bermain judi online (judol).
Dua kejadian itu terjadi beberapa minggu lalu. Semuanya bermula ketika Boscu meminjam sepeda motor milik Joko. Malam itu, Boscu dan Joko yang sedang main playstation bersama. Hingga tiba-tiba Boscu meminta izin untuk meminjam sepeda motor milik Joko.
Saat itu Boscu mengatakan ingin membawa sepeda motor milik Joko untuk bekerja. Boscu beralibi akan membawa sepeda motor itu untuk pergi ke Kabupaten Kediri. “Saya pamitnya mau antar barang ke Kediri,” ujar Boscu.
Namun, semuanya itu bohong. Boscu tidak benar-benar ingin mengantar barang ke Kediri. Setelah mendapat sepeda motor itu, Boscu langsung menggadaikannya. Total Boscu mendapat uang hingga Rp 3 juta.
Aksi nekat Boscu tidak berhenti di Joko saja. Karena ada satu teman lain yang juga ditipu oleh Boscu. Dia adalah Jaki. Modusnya sama. Boscu beralibi ingin mengantar barang ke luar kota. Setelah dipinjamkan, sepeda motor itu digadaikan.
Lalu uangnya untuk apa? Menangapi pertanyaan itu, Boscu mengaku uang jutaan rupiah itu digunakannya untuk judol. Ya benar, Boscu adalah pemain judol. Tidak hanya bermain, Boscu bahkan sudah ketagihan bermain judol.
Total sudah jutaan rupiah dia keluarkan untuk bermain judol. Namun hasilnya sia-sia. Di akhir permainan, Boscu selalu merugi. Uang yang disetorkan ke akun judol miliknya selalu ludes.
Namun hal itu tidak membuat Boscu kapok. Hingga akhirnya dia nekat untuk menggadaikan dua sepeda motor milik temannya. Sayangnya, uang senilai Rp 6 juta itu akhirnya juga ludes. Boscu pun tidak bisa menebus dua sepeda motor milik temannya. “Padahal kalau menang, saya bisa membelikan sepeda motor baru untuk teman-teman saya. Itu kalau menang, tapi ternyata saya kalah,” tambahnya.
Kelakuan Boscu baru terendus beberapa hari kemudian. Itu bermula ketika Joko bertemu dengan Jaki. Singkat cerita, Joko dan Jaki bercerita jika mereka sama-sama ingin bertemu dengan Boscu. Tujuannya adalah untuk mengambil sepeda motor yang sudah dipinjam selama beberapa hari.
Keduanya pun mendatangi rumah Boscu. Namun tak disangka tidak ada dua sepeda motor milik Joko dan Jaki. Mereka pun lalu bertanya kepada Boscu. Hingga akhirnya Boscu mengakui perbuatannya. Dia meminta waktu untuk melunasi tagihan di pegadaian. Namun, Joko dan Jaki sudah tak terima. Keduanya lalu melaporkan Boscu ke Polres Nganjuk. Kini, Boscu harus bertanggung jawab atas perbuatannya. (wib/tyo)
Editor : Miko